JAKARTA - Raksasa teknologi Jepang Sony Corp berharap bangkit melalui televisi tiga dimensi (3D).
Sony mengaku siap memasarkan televisi 3D di Jepang mulai Juni 2010, dan selanjutnya berekspansi ke luar Jepang, sehingga televisi 3D Sony akan meraih pangsa 10 persen di pasar televisi 3D global pada 2010. Di pasar televisi 3D global, Sony akan bersaing melawan Samsung Electronics Co Ltd, LG Electronics Inc, dan Panasonic Corp.Firma riset iSuppli Corp memperkirakan, persaingan sengit antara Sony, Samsung, LG, dan Panasonic tidak hanya akan terjadi pada 2010, tetapi akan berlanjut hingga 2015.
Untuk merebut sebanyak mungkin pelanggan, para produsen tersebut diperkirakan agresif memangkas harga. Karena 2010 merupakan tahun perdana kehadiran televisi 3D, iSuppli mengungkapkan, para produsen masih melakukan penjajakan, termasuk dalam mematok harga. Karena itu, iSuppli menegaskan, televisi 3D pada saat ini masih berharga relatif mahal. Sebagai contoh, televisi 3D berukuran 46 inci dari Sony akan dipasarkan dengan harga sekitar USD3.500 per unit.
iSuppli menambahkan, harga jual rata-rata (ASP) televisi 3D pada 2010 adalah USD1.768 per unit. iSuppli berpendapat, harga itu masih terlalu tinggi untuk sebagian besar konsumen. Karena itu, iSuppli meyakini, para produsen akan perlahan memangkas harga pada tahun-tahun mendatang. Seiring peningkatan efisiensi proses manufaktur televisi 3D, iSuppli meyakini, harga televisi 3D akan turun tajam. iSuppli memprediksi, harga jual rata-rata televisi 3D pada 2015 adalah USD825 per unit, alias tidak ada separuh dari harga jual ratarata televisi 3D pada 2010.
Kendati harga televisi 3D pada 2010 masih sangat mahal, iSuppli mengakui, akan tetap ada konsumen membeli televisi 3D pada tahun ini. Karena itu, iSuppli meyakini, volume penjualan televisi 3D global pada 2010 akan mencapai 4,2 juta unit. Saat harga televisi 3D menjadi semakin terjangkau, iSuppli menambahkan, volume penjualan televisi 3D global pun akan menanjak.
Karena itu, iSuppli memprediksi, volume penjualan televisi 3D global pada 2015 akan menembus angka 78 juta unit, alias bertumbuh rata-rata 80 persen per tahun. Pada sisi pendapatan, iSuppli memperkirakan, penjualan televisi 3D global pada 2010 akan menghasilkan USD7,4 miliar. Seiring dengan peningkatan volume penjualan, iSuppli menambahkan, pendapatan televisi 3D global pada 2015 akan meningkat menjadi USD64,4 miliar.
Sony menggantungkan harapan besar pada televisi 3D karena bisnis televisi Sony saat ini sedang memburuk. Contoh paling mencolok adalah bisnis Sony di pasar televisi OLED (organic light-emitting diode). Pertama kali dipasarkan pada sekitar dua tahun silam, kini penjualan televisi OLED Sony di Jepang sudah dihentikan. Sony mengungkapkan, penjualan televisi OLED-nya di Jepang dihentikan karena produk itu tidak laku.
Penyebabnya, harga televisi OLED terlalu tinggi dibandingkan televisi flat panel (layar datar) lain seperti LCD (liquid crystal display) dan PDP (plasma display panel).
"Televisi flat panel berteknologi LCD dan PDP menjadi bertambah besar dan semakin murah.Akibatnya, televisi OLED menghadapi tantangan semakin besar dalam pertarungan di pasar global," ujar Vice President DisplaySearch Ltd Hisakazu Torii, kepada Reuters.
Kendati menghentikan penjualan televisi OLED-nya di Jepang, Sony masih berupaya menjual produk itu di luar Jepang.Antara lain di Amerika Utara, Eropa Barat, dan Asia Pasifik.Namun demikian, harapan hidup televisi OLED Sony di luar Jepang dinilai tetap tipis. Alasannya, Jepang adalah satu pasar elektronik konsumsi terbesar di dunia, di samping Amerika Utara dan Eropa Barat.Lebih dari itu,konsumen di Jepang pun terkenal sangat royal membelanjakan uang untuk produk-produk elektronik berteknologi tinggi. (srn)