2009, Penjualan LG Tumbuh 30%

|

LG

2009, Penjualan LG Tumbuh 30%
JAKARTA - Penjualan seluruh produk elektronik LG Electronics Indonesia (LGEIN) diklaim mengalami pertumbuhan hingga 30% sepanjang 2009 lalu.

Peningkatan tersebut kebanyakan dipasok oleh sembilan jenis produk elektronik yakni,  LCD TV, LCD monitor, plasma TV, home theater, audio home system, DVD player, DVD Blue Ray, mesin cuci, dan AC.

Demikian disampaikan Sales  Director PT LG Electronics Indonesia Budi Setiawan pada konferensi pers di Jakarta, Senin (22/3).

Selama tahun 2009, dijelaskan Budi seluruh produk tersebut menguasai pasar lokal. Tengok saja dalam kategori LCD TV menguasai pangsa pasar 30,6 persen.

"Padahal penguasaan kompetitor hanya 22,5 persen," ujar Budi.

Ditambahkannya, bahkan TV plasma mampu mendongkrak penjualannya dengan menguasai pasar hingga 44,5 persen. Sementara itu, di kategori home theater, dominasi LG terbilang sangat kuat yakni sebesar 55,5 persen.

"Sementara kompetitor terdekat hanya menguasai 11 persen," kata Budi

Tak hanya home theater, untuk produk mesin cuci, LG menguasai 27 persen, yang meninggalkan pesaingnya di 14 persen.

"Volume penjualan ini sekaligus melampaui tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Pencapaian pertumbuhan penjualan produk LG ini mendapat pengakuan dari GFK dengan menyabet 9 penghargaan untuk sembilan produk elektronik tersebut.
GfK (growth from Knowledge merupakan perusahaan riset berskala internasional yang berbasis di Jerman. GfK baru membuka kantor perwakilan di Indonesia tahun 1991.

"Ini merupakan bukti bahwa LG tak hanya baik diterima pasar, namun memiliki posisi kuat di pasar domestik," tandas Budi.

Untuk kategori seperti AC, LG mengklaim menguasai 34 persen pasar domestik. Sementara itu, DVD player mencatatkan penguasaan 17,4 persen pasar domestik.

"Ke depannya LG berupaya terus untuk memenangi kompetisi, salah satunya adalah dengan mengubah pola distribusi, dulu kami hanya distribusi tunggal, sekarang berdasarkan regional," kata Budi.

Persaingan di pasar domestik, dikatakan Budi, akan semakin ketat. Sebab itu diperlukan adanya kolaborasi antar fungsi, tak hanya inovasi di bidang teknologi tapi juga pengembangan layanan purna jual. (srn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Hari Kedua, Indocomtech Masih Sepi