MADRID - Pablo Picasso dan adu banteng telah menjadi bagian dari budaya di Spanyol. Kini, bertambah satu lagi, pembajakan di internet merupakan hal lumrah dan segera akan menjadi bagian dari budaya di negeri matador tersebut.
Dilansir Los Angeles Times, Selasa (30/3/2010), mengunduh dan menstreaming film atau acara televisi secara ilegal dari web merupakan masalah yang menjadi momok bagi industri hiburan di seluruh dunia. Di beberapa negara seperti Spanyol, hal ini telah menjadi epidemik yang memaksa studio film mempertimbangkan untuk tidak lagi menjual DVD di negeri mereka sendiri. Keberanian untuk melakukan pembajakan telah menjadi perilaku mainstream di Spanyol.
Selanjutnya, pembajakan mengubah bisnis film di Spanyol, sama seperti mengubah bisnis musik di seluruh dunia. Pada 2003, ada 12.000 toko penyewaan dan penjualan video film di Spanyol. Namun menginjak akhir 2008, jumlahnya menyusut drastis menjadi hanya 3.000 toko.
Data yang dirilis Media-Control GfK menyebutkan, sepanjang tahun 2006 hingga 2008, unduh film bajakan di Spanyol tumbuh pesat dari 132 juta per tahun menjadi 350 juta setiap tahunnya. Pada saat yang bersamaan, jumlah DVD yang terjual atau disewa turun sebesar 30 persen. Beberapa studi bahkan kehilangan pangsa pasarnya di Spanyol.
"Hampir setiap orang yang saya kenal, mengunduh film," kata Mercedes Carrasco, seorang mahasiswa dari Caceres, Spanyol yang mengaku mengunduh satu atau dua film setiap minggunya.
Juan, seorang teknisi asal Madrid melontarkan pendapat yang sama dengan Mercedes. "Saya pikir mengunduh film untuk kepentingan pribadi bukanlah suatu kejahatan yang bisa membahayakan orang lain," ujarnya. Dia bahkan menyebutkan, dirinya rutin mengunduh lima atau enam film dalam sebulan.
(rah)