BEIJING - Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet yang saat ini sedang berada di pengasingan, akan melakukan percakapan online pertamanya dengan pengguna web China melalui Twitter pada hari Jumat waktu setempat, seiring dengan upaya pemerintah China yang tidak memperbolehkannya berbicara di depan umum.
Pemenang Nobel Perdamaian tahun 1989 itu akan menyelenggarakan sesi chat dalam waktu yang lama dan akan disiarkan di akun Twitter penulis China Wang Lixiong, yang telah lama menjadi pengkritik kebijakan Beijing di Tibet.
Dilansir melalui Straits Times, Jumat (21/5/2010), Wang mengatakan dalam sebuah postingan di blognya, tokoh spiritual yang disebut pemerintah China sebagai tokoh separatis itu akan menanggapi sekira 250 pertanyaan yang diajukan oleh lebih dari 1.100 pengguna web.
"Hampir 12.000 orang telah memilih 250 pertanyaan, yang dipilih secara acak melalui voting online di situs Google Moderator. Situs itu sendiri telah diblokir di China sejak Kamis lalu." ujar Xiao Qiang, pria yang memimpin Digital Times China.
Dalai Lama sendiri telah bergabung dengan situs mikroblogging populer Twitter sejak awal tahun ini.
Meskipun Twitter diblokir di China, namun pengguna China akan dapat mengakses chatting dengan Dalai Lama, pada pukul 20.00 waktu Singapura. Pasalnya, pada jam tersebut Twitter memungkinkan aplikasi pihak ketiga dan server untuk digunakan secara gratis di China, baik untuk penggunaa data di dalam maupun di luar China.
Hal ini telah membuat Twitter tersedia dengan luas di China. menghilangkan kebutuhan untuk jaringan virtual proxy yang sering digunakan untuk menghindari sensor internet oleh pemerintah di negara yang dijuluki Great Firewall of China.
'The Great Firewall telah benar-benar membantu masyarakat Twitter untuk tumbuh di China, dengan cara yang tidak pernah terlihat di seluruh dunia,"
Diperkirakan, sekira 150.000 warga China memiliki Twitter dan dari angka tersebut, sekira 100.000 anggota tinggal di pusat kota. (srn)