JAKARTA - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan melakukan penyelidikan terkait permasalahan masuknya sinyal operator telekomunikasi Malaysia, Maxis ke wilayah Nunukan, Kalimantan.
"Dari rapat pleno, BRTI memutuskan untuk mengecek masalah ini dan akan meminta balai monitoring mengecek mengenai hal itu di Nunukan," ujar anggota BRTI, Heru Sutadi di Jakarta, Selasa (1/5/2010).
Jika nantinya terbukti bahwa Maxis sengaja memperkuat sinyal maka, Heru mengatakan, akan melayangkan surat protes kepada operator Malaysia tersebut.
"Kalau benar, hal itu akan kita sampaikan dalam rapat koordinasi manajemen frekuensi dengan negara tetangga tersebut. Kita cek dulu," kata Heru.
Heru mengatakan, masyarakat perbatasan dihimbau mengganti setting network dari automatic ke manual operator yang digunakan.
Masuknya sinyal Maxis, diketahui merugikan pengguna layanan operator telekomunikasi Indonesia mengingat pulsa pengguna berkurang saat menerima pesan singkat pemberitahuan dari operator telepon seluler di Malaysia. Sinyal yang masuk tiba-tiba mengurangi pulsa hingga Rp9.000.
Sebelumnya, BRTI mendapatkan pengaduan dari masyarakat daerah perbatasan yang mengaku menjadi korban 'perampokan' tersebut. Pengguna seluler di perbatasan mendapatkan notifikasi bahwa jaringan seluler yang digunakan telah masuk ke dalam jangkauan Maxis Malaysia.
"Welcome to Malaysia!Maxis wishes you a pleasant stay. The current FOREX rate dated 26-05-2010 is 2786.72IDR = 1MYR"
(srn)