CALIFORNIA - Para pengguna ponsel berbasis Windows Mobile (WinMo) diminta berhati-hati untuk mengunduh aplikasi-aplikasi yang diperuntukkan untuk sistem operasi milik Microsoft tersebut. Pasalnya banyak diantara aplikasi tersebut yang telah disusupi Malware.
Demikian diungkapkan Chief Executive Lookout, perusahaan penyedia solusi keamanan mobile, John Hering seprti dilansir, CNet, Sabtu (5/6/2010).
Hearing menemukan Malware yang bersembunyi di aplikasi seperti 3D Anti-Terrorist, PDA Poker Art, dan Codec pack untuk WinMo 1.0. Ia menemukan program jahat tersebut setelah mengunduh aplikasi-aplikasi tersebut dari sejumlah situs penyedia aplikasi seperti DoDownload, gear Download dan Software112.
"Seseorang telah mengcopy beberapa software dan mengemas software yang telah dimasukkan malware di dalamnya,' kata Hering.
Sekali pengguna menginstal aplikasi-aplikasi tersebut, maka malware tersebut akan mulai bekerja. Rata-rata program jahat tersebut mempengaruhi tagihan telepon pengguna WinMo. Secara otomatis, malware tersebut akan melakukan panggilan ke wilayah-wilayah dengan tarif tinggi seperti Somalia. kemungkinan besar tagihan telepon seorang pengguna akan bertambah sekira USD50 atau USD100.
Selain itu, Lookout juga mengungkapkan bahwa penyebaran malware mulai meningkat drastis. Sebelumnya hanya empat dari 100 ponsel yang terkena serangan Malware. Kini jumlah tersebut meningkat menjadi sembilan dari 100 ponsel.
Hering sendiri mengaku telah melaporkan masalah tersebut kepada Microsoft selaku pengembang WinMo agar segera memperbaiki sistem keamanannya.
"Pengguna harus berhati-hai dalam mendownload aplikasi dan memastikan sumber unduhan terpercaya," kata Hering. (ugo)