Getting Time...

Nintendo Tetap Percaya Diri dengan Wii

Koran SI - Koran SI
Selasa, 22 Juni 2010 09:50 wib
detail berita

FIRMA riset iSuppli Corp memperkirakan, Nintendo Co Ltd akan memperkenalkan konsol game baru untuk menggantikan Wii setelah Microsoft Corp memperkenalkan Kinect dan Sony Corp memperkenalkan PlayStation Move.

"iSuppli meyakini, Nintendo akan merilis konsol baru yang menawarkan lebih banyak fungsi internet karena Nintendo harus terus mencari sumber pendapatan baru," ungkap Analyst Consumer Electronics iSuppli Corp Pamela Tufegdzic.

Namun demikian, rumor tersebut dibantah mentah-mentah oleh President Nintendo Co Ltd Satoru Iwata, yang menyatakan, Nintendo pada saat ini masih optimistis Wii mampu mempertahankan dominasi di pasar konsol game global.

"Saya berpendapat, pada saat ini Wii belum perlu diganti. Tetapi tentu saja, pada suatu saat di masa mendatang akan muncul desakan semakin kuat untuk menggantikan Wii. Tetapi untuk saat ini, kami belum berencana menggantikan Wii dengan konsol baru," ujar Iwata, dalam laporan Reuters.

Di pasar konsol game global, posisi Wii sesungguhnya sudah terdesak, terutama oleh PS3, sejak semester kedua 2009. Karena Wii semakin terdesak, pada September 2009 Nintendo pun 'terpaksa' memangkas USD50 harga Wii, menjadi USD200 per unit. Pemangkasan harga adalah peristiwa yang sangat langka dalam sejarah Nintendo.Sony dan Microsoft telah beberapa kali memangkas harga PS3 dan Xbox 360 dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, Nintendo sebelumnya enggan mengekor strategi itu karena yakin permintaan Wii tidak akan surut akibat gempuran PS3 dan Xbox 360. Tetapi karena selisih harga antara Wii dengan PS3 dan Xbox 360 menjadi semakin tipis, Nintendo pun merasa perlu untuk memberikan 'jarak aman' terhadap Wii. Sebab jika Nintendo tidak segera memangkas harga Wii, maka dominasi Wii niscaya direbut PS3.

"Pemangkasan harga PS3 diikuti dengan peluncuran game-game Blockbuster seperti ‘Final Fantasy XIII'. Jika Nintendo tetap bermain dengan harga lama, niscaya Wii tidak akan mampu menghadang gempuran PS3," ujar analis Rakuten Securities Inc Yasuo Imanaka, dalam laporan Reuters.

Selama bertahun-tahun, sejak peluncuran perdana Wii pada 19 November 2006, Iwata meyakini, pemangkasan harga bukan strategi yang baik karena pemangkasan harga tidak akan bisa mendongkrak penjualan.

Sebaliknya, Iwata menegaskan, penjualan akan meningkat apabila produsen konsol mampu menyajikan pengalaman bermain yang lebih baik.

"Jika produk kami tidak terlalu jauh berbeda daripada pesaing, maka pemangkasan harga mampu meningkatkan penjualan secara signifikan. Tapi, produk kami tidak seperti itu," tandas Iwata.

Namun kini, Iwata rupanya harus mengorbankan idealismenya dan menyerahkan nasib Wii kepada mekanisme pasar dan Nintendo harus rela memangkas harga Wii. Ancaman PS3 terhadap Wii memang bukan omong kosong. Pada September 2009 Sony merilis generasi baru PS3, yaitu PS3 CECH- 2000 atau PS3 Slim.

Sony mengklaim, penjualan PS3 Slim sudah menembus volume satu juta unit dalam waktu hanya tiga pekan sejak peluncuran perdana. PS3 terbaru itu disebut PS3 Slim karena dimensinya memang 33 persen lebih kecil daripada PS3 lama, yang dirilis perdana pada 11 November 2006. Di samping itu, PS3 Slim juga 36 persen lebih ringan daripada PS3 lama dan 34 persen lebih hemat energi.

Selain lebih kecil, ringan, dan hemat energi, PS3 Slim juga berharga lebih murah daripada generasi sebelumnya. Sony mulai memasarkan PS3 Slim pada September 2009 dengan harga USD299. Sebelum PS3 Slim hadir, Sony menjual PS3 lama dengan harga paling murah USD399. Sony bisa memasarkan PS3 generasi kedua dengan harga lebih murah daripada PS3 generasi pertama karena Sony mampu mengurangi jumlah komponen pada PS3 generasi kedua dan mengganti komponen dari supplier lain. (srn)

Beri komentar