LONDON - Mengonsumsi alkohol yang dilakukan seorang ibu yang sedang mengandung dinilai tak hanya membahayakan diri ibunya sendiri namun juga membahayakan kondisi kesehatan bayi yang dikandungnya. Peneliti Denmark mengungkapkan konsumsi alkohol oleh ibu hamil dapat mempengaruhi tingkat kesuburan anak di masa depan, terutama bila anak yang lahir adalah laki-laki.
Para peneliti dari University of Aarhus di Denmark menunjukkan, bila ibu hamil mengonsumsi alkohol dalam sepekan, dari sembilan bulan proses kehamilan, maka 20 tahun mendatang kualitas sperma anak laki-lakinya akan menurun sekira 30 persen. Demikian dilansir, StraitsTimes, Rabu (30/6/2010).
Hasil penelitian yang disampaikan pada konferensi European Society of Human Reproduction and Embryology di Roma tersebut menggunakan ukuran 12 gram alkohol, atau setara dengan 330 ml satu kaleng bir, dan satu gelas anggur kecil (120 ml).
'Studi kami menunjukkan bahwa ada hubungan antara minum alkohol dalam jumlah sedang selama kehamilan dan konsentrasi sperma lebih rendah di anak," kata Cecilia, seorang peneliti dari University of Aarhus.
Kendati demikian, ia mencatat bahwa karena penelitian adalah observasional, para ilmuwan tidak dapat mengatakan dengan pasti apakah konsumsi alkohol adalah penyebab konsentrasi sperma rendah. Dikatakannya, bagi ibu hamil, alkohol memiliki efek berbahaya pada jaringan janin yang memproduksi air mani dalam testis. (ugo)