Getting Time...

Junk Food Tingkatkan Diabetes

Sarie - Okezone
Kamis, 8 Juli 2010 06:39 wib
detail berita
Junk food

SYDNEY - Semakin populernya makanan cepat saji yang berasal dari negara-negara barat ternyata menimbulkan peningkatan jumlah penderita diabetes di Asia Tenggara.

Dilansir melalui Straits Times, Kamis (8/7/2010), sebuah studi menemukan, sekira 11 persen pria dan 12 persen wanita di kota Ho Chi Minh, Vietnam baru menyadari bahwa mereka mengalami diabetes stadiun 2 dalam waktu yang cukup lama.
Bahkan empat persen di antara responden lainnya baru menyadari mereka menderita diabetes setelah penyakit itu cukup lama berada di dalam tubuh mereka.

"Pola diet berubah secara dramatis di Vietnam dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di masyarakat kota karena mereka menjadi lebih kebarat-baratan," kata Tuan Nguyen dari Garvan Institut of Medical Research.

"Ada gerai makanan cepat saji di mana-mana," tambah Nguyen yang melakukan pengujian dari sampel acak mellibatkan 721 laki-laki dan 1.421 perempuan, mencerminkan hasil penelitian serupa yang dilakukan di Thailand.

"Karena itu, kami merasa sangat yakin bahwa kami bisa memperkirakan temuan kami ke bagian lain di Asia Tenggara termasuk Malaysia, Singapura, Kamboja dan Laos," katanya.

Tipe 2, bentuk yang paling umum dari diabetes, disebabkan oleh tingginya kadar lemak dan gula dalam makanan dan kurang olahraga, dan dapat menyebabkan penyakit jantung, kehilangan penglihatan, amputasi ekstremitas dan gagal ginjal.

Co-penulis Lesley Campbell mengatakan negara-negara berkembang menghadapi 'cerita sedih' di mana mereka dipengaruhi oleh penyakit dengan mengikuti gaya hidup orang Barat seiring dengan maraknya kelaparan dan kemiskinan, tapi tanpa sumber daya kesehatan untuk mengobati mereka.

"Sayangnya, kita hanya menonton. Penyakit ini melibatkan satu generasi dan diabetes meningkat sangat pesat di negara berkembang," katanya. (srn)

Beri komentar