Getting Time...

Start-up Company, Telkom Gelontorkan Rp15 Miliar

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Jum'at, 9 Juli 2010 14:53 wib
detail berita
Logo Indigo Telkom 2009

JAKARTA  - Telkom menyisihkan budget sekira Rp15 miliar untuk mengembangkan perusahaan startup. Salah satu upaya untuk mengembangkan start-up company, Telkom menggelar program Indigo Fellowship 2010.

Indigo Fellowship merupakan program yang bertujuan menjaring creativepreneur di bidang industri kreatif, sekaligus menjadi inkubasi bisnis bagi perusahaan startup di industri kreatif ICT. Kali ini, tema yang diusung pada indigo fellowship adalah 'Digitalpreneur for National Character Building'.

"Lewat Indigo Fellowship diharapkan lahir pemain baru di bisnis kreatif digital," kata Widi Nugroho, PJS Executive General Manager Divisi Multimedia Telkom Indonesia dalam keterangannya, Jumat (9/7/ 2010)

Indigo Fellowship mempertandingkan ide kreatif dan karya kreatif di berbagai kategori. Di antaranya kategori ritel-konsumer (konten/aplikasi yang ditujukan atau bermanfaat khususnya bagi masyarakat ritel/konsumer), small & medium company (aplikasi atau konten bagi pelanggan UKM), enterprise (aplikasi atau konten digital bagi pelanggan enterprise), dan rural/maritime (aplikasi atau content buat pengembangan masyarakat pedesaan atau masyarakat pesisir pantai).

"Kami yang menjemput bola. Kami undang mereka untuk menunjukkan kreativitasnya. Sekarang ada sekira 1.000 startup yang mendaftarkan ide kreatifnya ke Telkom Indonesia via Indigo Fellowship," kata Widi.

Dikatakan Widy, dari 1.000 peserta, Telkom telah menyeleksi menjadi 750 peserta, kemudian 50 dan akhirnya menjadi 11 finalis.

Widi mengatakan, setidaknya ada empat sorotan utama pada kegiatan CSR-nya ini, yaitu karya yang dikirimkan harus bersifat kreatif, artinya mengembangkan metode baru untuk menghasilkan inovasi. Kedua, karya kreatif yang dipilih harus memiliki kelayakan bisnis untuk diimplementasikan, berpotensi menghasilkan revenue. Ketiga, peserta memiliki kompetensi di bidang digitalpreneur, mampu mengelola sumber daya untuk membangun industri.

"Selain itu, karya kreatif harus berdampak maksimal kepada masyarakat, sosial, seperti pengentasan kemiskinan. Dan kami mengalokasikan budget sebesar Rp15 miliar, meski tidak seluruhnya berupa dana segar," kata Widi. (srn)

Beri komentar