MOSKOW - Setelah badan antariksa AS (NASA) tidak lagi bisa di andalkan, Rusia pun akhirnya melirik China. Pesawat luar angkasa China dianggap telah mampu menjadi backup Rusia.
"Saya rasa, pesawat luar angkasa China akan mampu memerankan karakter penting sebagai cadangan Soyuz dan mengerjakan beberapa proyek di situasi tertentu," ujar Kepala Badan Antariksa Rusia Roskosmos Anatoli Perminov, seperti dikutip melalui Xin Hua, Senin (12/7/2010).
Dikatakan Perminov, saat ini pesawat luar angkasa China dianggap telah memenuhi semua syarat keamanan yang diberlakukan, dan dapat diterbangkan ke stasiun luar angkasa internasional (ISS).
Setelah AS menghentikan semua misi luar angkasa mereka di tahun 2011 nanti, Rusia akan menjadi satu-satunya negara yang mampu menerbangkan personil ke ISS.
"Ini merupakan pekerjaan yang cukup sulit dan kami akan disibukkan dengan itu. Oleh karena itu kami tertarik untuk mendapatkan backup dari China," ujar Perminov.
Sejauh ini, China ternyata belum menunjukkan ketertarikannya untuk bergabung dengan projek ISS. (srn)