Getting Time...

Blackberry Messenger Hina Bangsa Indonesia?

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Sabtu, 17 Juli 2010 09:33 wib
detail berita

JAKARTA - Kreativitas anak bangsa di Bidang Teknologi informasi sebenarnya tak tertinggal dengan bangsa-bangsa lainnya. Baru- baru ini PT Intouch Innovate Indonesia (InTouch) mengembangkan layanan Messaging lokal, IM-ku.

Menurut CEO Intouch Kendro Hendra, aplikasi ini merupakan aplikasi layanan Messenger yang dikembangkan anak bangsa.

"Memang masih sangat jauh untuk mengalahkan aplikasi besar seperti Yahoo Messenger (YM), atau Blackberry Messenger (BBM) tapi ini adalah karya bangsa yang patut dibanggakan. Maaf-maaf saja, bisa dibayangkan saat dua orang pengguna Blackberry chatting-an, data mereka harus lari dulu ke server RIM di Kanada, dan itu kan sama saja menghina Indonesia," kata Hendro saat peluncuran aplikasi chat IM-Ku, di ajang ICS, Jumat (16/7/2010) kemarin.

"Anak bangsa juga bisa kok membuat aplikasi chat, dan kita semuanya pakai lokal, bandwidth lokal, jadi relatif cepat dan murah, bukan bandwidth internasional," katanya.

Dikatakan Kendro, aplikasi tersebut bisa diunduh secara gratis. Tapi untuk layanan data tergantung tarif data dari operator. Kapasitas Server IM-ku pun diklaim bisa menampung sekira 50 juta user.

Ditahun pertama, Kendro menargetkan minimum layanan IM-ku separuh dari pengguna ponsel lokal.

"Saat ini ponsel lokal menguasai sekira 30 persen market share ponsel di Indonesia, jumlahnya sekira 40 juta unit," kata Kendro. Sekarang ini Intouch baru menggaet sekira 10 produsen ponsel lokal.

"Nanti akan kami tambah, kami memang mengincar pasar low-end karena 84 persen di Indonesia itu harganya di bawah Rp1,5 juta dan kebanyakan tidak bisa mengaktifkan java dengan sempurna. Karenanya ke depannya, kami akan mendukung pembuatan chip MTK yang support VRE dan Merig yang dapat mengoperasikan IM-ku," katanya.

Hendro menambahkan, jika aplikasi chat hanya bisa digunakan oleh sesama merk ponsel atau semua operator itu sama saja seperti jaman dulu layanan sms yang belum bisa lintas operator. Sudah saatnya aplikasi populer seperti chatting ini bisa digunakan secara universal. (srn)

  • Heidy » 0 Tanggapan
    Wah...parah om Hendro...ini nih sirik tapi tak mampu :( , malu bang, mending diem pake aja produk RIM n YM koq repot ngapain pusing2, paling2 teman2 om gak pake IMku ... coba sih lihat hp om paling2 ya BBM ma YM yg dipake xixixixixixi masa om keberatan bayar langganan 100rb an perbulan sampe angan2 bikin IMku ... duhhhhh...cape dehhhh...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Aziz » 0 Tanggapan
    Saya Dukung Senuhnya Karya anak Bangsa Indonesia... Kita adalah orang-orang yang terbaik...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ahmad » 0 Tanggapan
    nasionalisme kt dmana dong
    Beri Tanggapan Laporkan
  • yuni » 0 Tanggapan
    waduuuh
    Beri Tanggapan Laporkan
  • imam basoka » 0 Tanggapan
    kata siapa anak bangsa " masih sangat jauh untuk mengalahkan aplikasi besar seperti Yahoo Messenger (YM), atau Blackberry Messenger (BBM) " ... kami anak bangsa mampu bersaing teknologi dengan negara maju maupun berkembang.
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar