Getting Time...

Kamera Sony Mulai Adopsi 3D

Koran SI - Koran SI
Jum'at, 16 Juli 2010 11:41 wib

SONY meluncurkan dua varian Cyber-shot yang menawarkan teknologi tiga dimensi (3D) dan kualitas gambar ala DSLR. Kedua kamera tersebut adalah DSCTX9 dan DSC-WX5.

Saat ini semua orang sudah mafhum dengan teknologi 3D. Selain nonton film 3D, banyak orang sudah dimanjakan dengan TV, personal computer, dan notebook 3D.

Nah, Sony baru saja meluncurkan dua kamera mereka DSC-TX9 dan DSCWX5 yang memiliki kemampuan 3D. Tidak hanya itu, kualitas gambar yang disajikan pun setara kamera DSLR. Sebenarnya kamera 3D memang bukan hal baru lagi. Tahun lalu Fujifilm meluncurkan kamera 3D pertama di dunia bernama Fine- Pix Real 3D W1. Kamera tersebut berhasil mencuri perhatian publik. Tidak berhenti di situ, Fujifilm melanjutkan kesuksesan kamera 3D itu dengan meluncurkan FinePix Real 3D V1 pada September 2009. Tahun ini Sharp juga ikutikutan memproduksi kamera 3D.

Perbedaannya kamera digital tersebut harus terintegrasi dengan telepon seluler. Selain Sharp, LG juga berencana untuk membuat kamera 3D. Mereka mengaku tengah meneliti lensa 3D untuk produk terbaru mereka. Sadar bukan yang pertama, Sony pun membuat perbedaan khusus dengan kedua kamera 3D mereka. Tidak hanya memiliki kualitas ala DSLR, kamera ini pun diklaim sebagai kamera 3D terkecil di dunia. Tidak hanya itu, teknologi yang ditawarkan juga bisa dibilang terobosan baru di dunia kamera. Kamera besutan vendor asal Jepang itu dapat menyuguhkan hasil tangkap gambar dalam 3 dimensi dengan sistem lensa tunggal tanpa gerakan menyapu. Artinya, pengguna bisa menangkap suatu gambar panorama dalam bentuk 3D lebih mudah daripada biasanya.

Sony sengaja menyematkan teknologi yang mampu menangkap sejumlah frame dengan kecepatan tinggi yang kemudian 'dijahit' menjadi satu gambar utuh, yaitu foto panorama 3D. Tentu saja pengguna dibolehkan memilih opsi 2D jika sewaktu-waktu Anda membutuhkannya, sama halnya dengan televisi 3D pada umumnya. Sayangnya, untuk menikmati hasil gambar DSC-TX9 dan DSCWX5 pengguna memerlukan perangkat tambahan, seperti kabel HDMI untuk menyambungkannya ke televisi dan kacamata 3D, yang mana keduanya dijual terpisah dari kamera. DSC-TX9 hadir dengan layar 3,5 inci dengan resolusi layar sentuh 921k, sementara DSC-WX5 menghadirkan layar sedikit lebih kecil,yakni 2,8 inci layar LCD biasa.

Dengan fitur sweep multi angle, Anda dapat melihat simulasi sejumlah gambar 3D pada layar LCD kamera dengan menggerakkan kamera ke belakang atau samping. Teknologi ini akan mengambil 15 gambar dari berbagai angle dan mengompilasinya menjadi satu frame. Kemudian, gambar hasil kompilasi tersebut 'dilebur' dengan efek 3D dan menjadi foto 3D pada layar. Tak hanya gambar, kamera digital ini juga mampu merekam momen-momen sekitar Anda dalam bentuk video.

Bahkan, Sony memungkinkan kualitas full HD (high definition) dengan format AVCHD yang biasanya dipakai pada jajaran camcorderSony. Terkait harga, Sony membanderol TX9 dengan harga ritel sekitar USD400 (setara Rp3,6 juta), sementara WX5 seharga USD300 (Rp2,7 juta).Namun, tidak ada keterangan resmi lebih lanjut untuk ketersediaannya di Indonesia. (srn)

Beri komentar