JAKARTA - Menjelang perayaan Idul Fitri pada September mendatang, PT. LG Electronics Indonesia menggenjot produksi lemari pendingin (kulkas) hingga 36 persen. Jika sebelumnya, pabrik ini hanya memproduksi lemari pendingin sebanyak 125 ribu unit per bulan, maka sejak bulan Juli 2010, LG optimis meningkatkan volume produksinya menjadi 170 ribu unit per bulan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 ribu unit per bulannya ditujukan untuk pasar eskpor, antara lain negara-negara di kawasan Eropa, Asia, Africa, Amerika Selatan, Timur Tengah dan Australia. "Sisanya, yaitu sebanyak 80 ribu unit/bulan, kami persiapkan untuk memenuhi permintaan pasar domestik yang diprediksi akan melonjak selama 3 bulan kedepan, sejalan dengan datangnya bulan Ramadhan dan disusul perayaan hari raya Idul Fitri," ujar Bambang Supriyadi, General Manager Refrigerator PT. LG Electronics Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/7/2010).
Jumlah volume produksi yang ditargetkan oleh pabrik vendor asal Korea Selatan ini meliputi berbagai kategori lemari pendingin. Mulai dari lemari pendingin dengan satu pintu berkapasitas 170 liter, 190 liter . Ada pula varian lemari pendingin dengan dua pintu dengan kapasitas 190 liter, 220 liter. Hingga lemari pendingin jenis Big Ref berkapasitas 300 liter, sampai 600 liter.
"Khusus untuk pasar tanah air, lemari pendingin jenis 1 pintu dan 2 pintu masih diminati. Apalagi selama masa menjelang Idul Fitri seperti sekarang ini. Hal inilah yang membuat target kuantitas produksi masih di dominasi oleh kedua jenis lemari pendingin tersebut," terang Bambang.
Untuk mengejar target produksi tersebut, perusahaan ini pun telah melakukan beberapa persiapan. Salah satunya adalah dengan dilakukannya investasi teknologi guna meningkatkan kecepatan lini produksinya menjadi 9 detik per unit. Di mana, untuk menghasilkan satu unit lemari pendingin, pabrik ini hanya membutuhkan waktu 9 detik saja. Ini tentu menjadi prestasi tersendiri, mengingat sebelumnya pabrik yang berdiri pada tahun 1990 ini memerlukan waktu sekitar 12 detik per unit. Dengan tingkat kecepatan kurang dari 10 detik ini, pabrik milik LG Electronics mengklaim menjadi pabrik lemari pendingin dengan lini produksi tercepat di antara pabrik lemari pendingin LG di negara lainnya.
Inovasi dalam hal kecepatan produksi ini juga didukung pula dengan jumlah lini produksi yang dimiliki oleh LG. Saat ini, pabrik yang khusus didedikasikan untuk memproduksi lemari pendingin ini telah memiliki dua lini produksi yang bekerja secara bersamaan. Tiap-tiap lini ini lantas difokuskan untuk memproduksi lemari pendingin dengan kategori yang berbeda.
Bila lini pertama ditujukan untuk menghasilkan lemari pendingin satu pintu dan dua pintu ukuran sedang, maka lini kedua dikhususkan untuk memproduksi lemari pendingin kategori Big Ref yang lebih premium. "Pemetaan lini produksi secara berbeda ini bertujuan agar mesin dapat bekerja secara lebih optimal, walaupun konsep dasarnya adalah fexible line. Pada akhirnya, kami dapat memperpendek waktu yang diperlukan dalam memproduksi satu unit lemari pendinginnya," ungkap Bambang Supriyadi.
Gabungan antara kecepatan produksi dan jumlah lini produksi yang terfokus, secara nyata mampu meningkatkan kapasitas produksi pabrik. (ugo)