Getting Time...

CDMA di Dunia Tembus 885 Juta Pengguna

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Selasa, 27 Juli 2010 16:23 wib
detail berita

JAKARTA - Dari sekira lima miliar pengguna layanan seluler di dunia, sebanyak 885 juta pengguna adalah pengguna layanan Code division multiple access (CDMA), sedangkan sisanya adalah pelanggan GSM.

"CDMA akan terus berkembang dan takkan pernah 'mati' seperti yang sering dikatakan banyak orang," kata Harry K. Nugraha, Senior Director and Country Manager Qualcomm Indonesia, saat berbincang dengan sejumlah wartawan di Penang Bistro, Kebon sirih, Jakarta, Selasa (27/7/2010).

CDMA merupakan sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA).
Hal ini berbeda dengan teknologi GSM, sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam. Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai pada tujuan.

Ditambahkan Harry, pengguna CDMA akan terus bertambah seiring peningkatan teknologi yang terus dikembangkan operator-operator CDMA. Salah satu pengembangan adalah ke arah teknologi 4G, termasuk LTE. Selain itu dikatakan Harry, evolusi teknologi jaringan akan terus berevolusi dimana LTE akan menjadi puncak teknologi jaringan.

"Sebuah teknologi jaringan akan matang setelah enam hingga tujuh tahun, saat itu perangkat-perangkat pendukung akan semakin terjangkau, lihat saja ketika teknologi 3G muncul harga perangkat masih mahal, tapi seiring perkembangan harganya menjadi terjangkau," kata Harry.

Berbicara mengenai teknologi 3G, Harry menyatakan bahwa hingga saat ini ada sekira1 miliar pengguna 3G. "Dan diperkirakan pada 2014 jumlah pengguna 3G akan mencapai tiga miliar pengguna," kata Harry. (srn)

Beri komentar