PADA 2014 IETV akan menguasai pangsa 42 persen,atau 119 juta unit dari total volume penjualan televisi flat panelglobal. Popularitas IETV meningkat pesat karena konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan produk.
Manusia tidak hanya akan mengakses internet dengan komputer dan smartphone, tetapi juga televisi. Firma riset DisplaySearch Ltd memperkirakan, volume penjualan global televisi berkonektivitas internet alias IETV (Internet Connected Television) akan meningkat pesat hingga 2014.
"Pendorong pertumbuhan IETV adalah video online. Produsen pun semakin agresif merilis IETV sehingga konsumen memiliki lebih banyak pilihan produk," ujar Director Electronics Research DisplaySearch Ltd Paul Gray.
Survei DisplaySearch di sejumlah negara maju menemukan,sekitar 55 persen televisi yang beredar di pasar kini sudah dilengkapi konektivitas internet. Karena itu, Display- Search meyakini, volume penjualan global IETV pada 2010 akan mampu menembus volume 45 juta unit,atau 19 persen dari total volume pasar televisi flat panel. DisplaySearch memprediksi, pangsa IETV di pasar global televisi flat panel akan terus meningkat.
Alhasil, DisplaySearch menegaskan, pada 2014 IETV akan menguasai pangsa 42 persen, atau 119 juta unit dari total volume penjualan televisi flat panel global. Firma riset iSuppli Corp mendefinisikan IETV sebagai pesawat televisi yang mampu mengakses internet kabel atau pun nirkabel tanpa bantuan alat lain. Sebuah pesawat televisi juga tergolong sebagai IETV apabila mampu langsung menampilkan videovideo yang ada di situs videosharingYouTube, milik Google Inc. "IETV memudahkan konsumen melihat tayangan video online.Termasuk video di YouTube. Dengan IETV,pengguna juga bisa menonton video online secara lebih nyaman, daripada di layar komputer atau smartphone yang berukuran lebih kecil," ujar Analyst Television System Research iSuppli Corp Tina Tseng.
iSuppli mencermati, para produsen televisi terbesar di dunia seperti Samsung Electronics Co Ltd, LG Electronics Inc, Sony Corp,Panasonic Corp,dan Sharp Corp pada saat ini sudah menawarkan IETV. Produk-produk tersebut pada saat ini tersedia dengan ukuran layar mulai 24 inci hingga 65 inci. iSuppli memperkirakan, volume penjualan global IETV akan terus meningkat mulai 2009 hingga 2013. iSuppli menemukan,volume penjualan global IETV pada 2009 baru mencapai 14,7 juta unit. Namun karena IETV semakin populer, iSuppli yakin volume penjualan global IETV akan melambung menjadi 87,6 juta unit pada 2013. DisplaySearch menambahkan, konsumen tidak akan lagi ragu mengadopsi IETV karena teknologi IETV pada saat ini sudah semakin matang,sebab IETV sudah mampu menyuguhkan sejumlah fungsi komputer. Misalnya konferensi video.
"Di rumah,konsumen tentu lebih nyaman melakukan konferensi video dengan IETV daripada komputer karena IETV memiliki layar jauh lebih besar," tutur Gray. Firma riset Strategy Analytics Inc pun menilai, peningkatan popularitas IETV merupakan peluang, tidak hanya bagi para produsen televisi, tetapi juga para pengembang konten internet,dan penyedia jasa internet.
"IETV sudah menjadi bagian dari desain rumah masa depan konsumen. Para produsen televisi, pengembang konten, dan penyedia jasa internet harus merespons cepat tren yang berkembang pesat ini," papar Analyst Digital Home Observatory Strategy Analytics Inc Christopher Dodge.
Tergiur peluang besar pertumbuhan televisi internet,para raksasa teknologi pun berlomba terjun ke pasar tersebut.Tidak terkecuali perusahaan media internet terbesar di dunia Google, yang berencana merilis platform Google TV pada akhir 2010. Google menjelaskan, platform Google TV dilengkapi dengan browserinternet Chrome,yang juga diproduksi Google.
Alhasil, pengguna Google TV bisa melakukan pencarian konten multimedia online, sekaligus mengakses halaman web apa pun, tanpa harus menggunakan komputer. Google menambahkan, alatalat elektronik pendukung Google TV akan dilengkapi remote control yang memiliki keyboard Qwerty, sehingga pengguna pun bisa melakukan pengetikan teks,baik untuk memasukkan kata kunci pencarian konten multimedia,atau pun untuk mengetikkan e-mail.
Di pasar elektronik konsumsi, televisi internet memang bukan produk baru.Contohnya,Apple Inc sudah merilis STB bernama Apple TV pada 2007.Apple TV dapat dihubungkan ke pesawat televisi menggunakan konektivitas HDMI (High Definition Multimedia Interface). Setelah Apple TV terhubung ke televisi, pengguna pun bisa menonton video online di pesawat televisi. Namun demikian,Apple TV memiliki banyak sekali keterbatasan. Salah satu yang paling fatal adalah Apple TV hanya bisa mengakses video online dari iTunes Store dan YouTube. Akibatnya, pilihan konten yang dapat diakses pengguna pun menjadi sangat terbatas.Karena itu,Apple TV pun tidak populer.
Upaya lain untuk mempopulerkan televisi internet dilakukan oleh Panasonic dengan Viera Cast, yang dirilis perdana pada 2008. Namun serupa dengan Apple TV, Viera Cast terbelenggu oleh keterbatasan konten. Sebab,Viera Cast hanya bisa mengakses video online dari YouTube, Bloomberg News, Weather Channel,Amazon Video on Demand,dan Netflix. Berbeda daripada para pesaing tersebut, Google TV menawarkan akses konten lebih beragam.Tentu saja, Google TV mendukung YouTube karena YouTube adalah layanan video-sharingmilik Google.
Tetapi lebih dari YouTube,Google TV juga mendukung layanan video online dari Netflix dan Hulu. Semakin menarik, Google TV juga mendukung layanan Twitter. Alhasil, pengguna pun tidak perlu menggunakan komputer atau pun smartphone untuk mengakses Twitter di rumah. Dengan Google TV, pengguna bisa duduk santai di sofa menghadap televisi layar besar, sehingga Twitter pun dapat diakses secara lebih nyaman. Strategy Analytics menilai, Google TV akan berbeda daripada televisi-televisi internet yang lain, sekaligus menjadi yang paling unggul, karena Google TV dibangun oleh konsorsium raksasa teknologi, yaitu Google,Sony Corp,Intel Corp, dan Logitech International SA.
"Dengan gabungan kekuatan Google, Sony, Intel, dan Logitech, Google TV tidak akan menjadi televisi internet biasa.Sebab,para raksasa teknologi itu memiliki tekad dan sumber daya yang kuat untuk membangun televisi internet terbaik," ujar Director Digital Media Strategies Service Strategy Analytics Inc Martin Olausson. (ugo)