JAKARTA - Produsen elektronik asal Korea Selatan, PT LG Electronics Indonesia (LGEIN) menargetkan untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar terutama untuk kategori produk pendingin ruangan (air conditioner/AC) dengan meraih pangsa pasar sebesar 34 persen hingga 35 persen dan volume penjualan 500.000 unit pada tahun ini.
Direktur Pemasaran LGEIN Budi Setiawan menjelaskan, pada tahun lalu, LG berhasil memimpin pasar dengan meraih pangsa pasar sebesar 34 persen dari total penjualan produk AC di Indonesia dengan mencapai penjualan sekitar 800.000 unit.
Presdir LGEIN Kim Weon Dae mengatakan, LGEIN berupaya untuk mempertahankan posisi sebagai penguasa pasar produk AC di Indonesia dengan menggunakan strategi diferensiasi marketing dan memproduksi berbagai produk yang inovatif yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan dibandingkan produk dari produsen lain.
"Untuk menjadi market leader, kami akan terus berinovasi sehingga punya produk yang unggul dari kompetitor, termasuk merilis dua produk AC terbaru ini yakni AC Hercules 2.0 dan AC Hercules Inverter. Kami mengajak konsumen untuk melakukan perubahan gaya hidup dengan mengefisiensikan pengunaan listrik dengan produk yang berdaya listrik rendah," kata Kim.
Budi menjelaskan, LGEIN memprediksikan pasar produk AC pada 2010 tumbuh lebih dari 40 persen atau menjadi 1,2 juta unit.
"Ini didorong oleh daya beli masyarakat yang bagus, meningkatnya konsumsi terhadap produk berdaya listrik rendah dan agresif merilis produk baru," jelasnya.
Budi menuturkan, LGEIN menargetkan penjualan untuk dua produk terbarunya, yakni 22.000 unit per bulan untuk AC Hercules 2.0 dan 8.000 unit per bulan untuk AC Hercules Inverter. Hingga semester I 2010, kata dia, realisasi penjualan kedua produk ini sudah mencapai hampir 50 persen.
"Meskipun kompetisi ketat, kami sebagai pemimpin pasar kami lebih mudah mendrive pasar, kami mempunyai produk dari segmen bawah, menengah dan atas," ucapnya.
Budi menegaskan, LGEIN belum merevisi target penjualan.
"Karena di semester I ini banyak indikator yang menunjukkan tren positif. Baik mengenai nilai tukar rupiah, stabilitas ekonomi dan politik, lalu kemudian suku bunga juga bagus. Dengan indikator ini, kita harapkan bahwa pertumbuhan ekonomi situasi bisnis di Indonesia cukup bagus dan kondusif," paparnya.
LGEIN, lanjutnya, siap menghadapi lonjakan permintaan menjelang puasa dan Lebaran ini yang diperkirakan akan meningkat sebesar 20 hingga 30 persen.
"Setiap tahun peningkatan penjualan 20 hingga 30 persen. Tergantung dari produknya, Produk home appliences paling banyak, khususnya mesin cuci, lemari es, dan air conditioner. Dimana mesin cuci dibarengi musim hujan. Penetrasi di konsumen elektronika dimulai dengan televisi, kemudian mereka beli lemari es, setelah itu mesin cuci dan AC. Tren mesin cuci juga trennya lagi naik, baik washer dan dryer," tukasnya. (srn)