Getting Time...

Cathie Lesjak Pemimpin Sementara Pasca Hurd

Koran SI - Koran SI
Senin, 9 Agustus 2010 09:30 wib
detail berita
Mantan CEO HP Mark Hurd (foto: HP Global)

SEBAGAI CEO HP, Mark Vincent Hurd pernah menerima bonus terbesar di dunia untuk seorang CEO. Sebagai CEO HP pula, Hurd pernah membekukan gaji dan memecat 10 persen karyawan HP.

Di Amerika Serikat, pelecehan seksual diduga dilakukan pemimpin tertinggi produsen teknologi informasi terbesar di dunia. Dia adalah Chairman, President, dan Chief Executive Officer (CEO) Hewlett-Packard (HP) Co Mark Vincent Hurd. Akibat diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita yang menjadi mitra bisnis HP, Hurd pun harus mengundurkan diri dari HP. HP mengungkapkan, Hurd mengundurkan diri secara suka rela dari HP pada 6 Agustus 2010. Berdasarkan penyelidikan internal, HP menjelaskan, Hurd tidak melanggar kebijakan pelecehan seksual HP, namun Hurd melanggar standar operasi bisnis HP.

"Hurd telah bekerja tanpa lelah dalam lima tahun terakhir untuk menjadikan HP sebagai pemimpin industri.Kepergian Hurd tidak berpengaruh terhadap kinerja operasi atau pun kondisi finansial HP karena HP memiliki tim eksekutif yang sangat berbakat," ujar Lead Independent Director Hewlett-Packard Co Robert Ryan.

Setelah Hurd pergi, HP menunjuk Chief Financial Officer Hewlett-Packard Co Cathie Lesjak sebagai pengganti sementara, sambil HP mencari CEO yang baru. HP menyebutkan Lesjak sudah 24 tahun bergabung dengan HP dan menjadi anggota dewan eksekutif HP sejak 2007.

"Saya menerima posisi CEO Interim (sementara) dengan tujuan yang jelas, yakni membawa HP maju dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan menguntungkan," tandas Lesjak. Hurd sendiri mengaku meninggalkan HP secara suka rela untuk menjaga standar dan prinsip kepercayaan serta integritas HP.

"Ini keputusan yang sangat sulit setelah saya bergabung bersama HP dalam lima tahun terakhir," ungkap Hurd. Kendati HP mengaku tidak akan terpengaruh setelah Hurd pergi. Kenyataan mungkin akan berbeda dengan harapan. Sebab, HP tidak akan mudah menemukan CEO selihai dan setangguh Hurd. Diketahui,Hurd adalah CEO pertama HP yang mampu mengantar HP meraih pendapatan lebih dari USD100 miliar untuk pertama kali dalam sejarah HP.

Rekor itu terjadi pada 2007, alias dua tahun setelah Hurd masuk ke HP. Dengan fokus memangkas pemborosan dan meningkatkan efektivitas pemanfaatan channel bisnis, Hurd mampu mendatangkan pendapatan USD103,4 miliar kepada HP pada fiskal yang berakhir 31 Oktober 2007. HP memberikan imbalan setimpal kepada Hurd berkat prestasi tersebut.Pada 2008, Hurd menerima kompensasi bernilai total USD33.952.237 dari HP, termasuk gaji pokok USD1.450.000, saham senilai USD7.907.660, bonus tunai USD23.931.882, dan tunjangan lain bernilai USD662.695. Bonus yang diterima Hurd pada 2008 adalah bonus terbesar di dunia yang diterima seorang CEO pada 2008.

Pada 2009, ketika HP terpukul telak oleh dampak krisis finansial global, pendapatan Hurd pun turun menjadi USD24.201.448. Rincian pendapatan tersebut antara lain gaji pokok USD1.268.750, saham senilai USD6.648.092, bonus tunai USD15.809.414, dan tunjangan lain bernilai USD475.192. Hurd mengaku menerima penurunan pendapatan itu dengan lapang dada sebab Hurd meyakini, karyawan memang harus digaji sesuai kinerja perusahaan. Kendati menerima banyak pujian berkat prestasinya melambungkan pendapatan HP, Hurd juga menerima banyak kecaman. Salah satunya,Hurd dikecam pada 2008 karena tidak menaikkan gaji karyawan HP, sedangkan bonus yang diterima Hurd melambung tinggi melampaui CEO mana pun di dunia.

Juga, Hurd diketahui telah memecat 10 persen karyawan HP, atau sekitar 15.200 orang segera setelah Hurd menjadi CEO HP. Di samping itu, Hurd juga memangkas jumlah staf teknologi informasi HP dari 19.000 orang menjadi hanya 8.000 orang. Artinya,karyawan HP harus bekerja lebih keras, sedangkan gaji tetap sama seperti sebelumnya, di bawah kepemimpinan Hurd.Sebelum bergabung dengan HP, Hurd bekerja di NCR Corp (produsen mesin ATM dan pembayaran) selama 25 tahun. (srn)

Beri komentar