PARA produsen SSD (solid state drive) sadar bahwa harga SSD pada saat ini masih terlalu mahal dibandingkan HDD (hard disk drive).
Karena itu, firma riset iSuppli Corp meyakini para produsen SSD akan terus berupaya memangkas harga untuk mendongkrak volume penjualan.
"Para produsen HDD mengandalkan kepadatan kapasitas sebagai daya tarik utama. Sementara itu, para produsen SSD lebih banyak bermain pada harga. Tetapi, strategi para produsen SSD ini jelas membutuhkan belanja modal lebih besar daripada strategi yang ditempuh para produsen HDD," tandas Analyst Storage Systems iSuppli Corp Fang Zhang.
Namun demikian, firma riset International Data Corp (IDC) menilai, pemangkasan harga SSD tidak akan segera mampu membuat harga SSD sebanding dengan HDD. Sebab, IDC menemukan, harga HDD di dunia rata-rata turun antara 25 persen hingga 30 persen per tahun. Di pasar global, produsen HDD memang tidak terang-terangan memangkas harga produk. Namun pada setiap tahun, konsumen bisa membeli HDD baru yang berkapasitas lebih besar tetapi dengan harga yang sama dengan produk lama, yang berkapasitas lebih kecil.
Dengan begitu, volume penjualan global HDD akan tetap bertumbuh tinggi melampaui SSD. iSuppli mencatat, pada 2009 volume penjualan HDD global turun 2,0 persen menjadi 549,5 juta unit akibat hantaman krisis ekonomi. Tetapi pada 2010, kondisi perekonomian dunia mulai membaik. Karena itu, iSuppli memperkirakan, volume penjualan HDD global pada 2010 akan meningkat dramatis sebesar 22,8 persen menjadi 674,5 juta unit.
Pada sisi pendapatan, iSuppli menambahkan, pendapatan HDD global pada 2009 turun 11,7 persen menjadi USD23,4 miliar. (srn)