BEIJING - China akhirnya memberlakukan peraturan ketat untuk pembelian nomor seluler. Semua pembeli diwajibkan untuk menyerahkan identitas asli.
Aturan ini berlaku untuk semua warga di China, tidak terkecuali pendatang asing yang berniat untuk tinggal sebentar di China. Hal ini merupakan salah satu cara untuk bisa memonitor laju komunikasi di negara tersebut.
"Kebijakan ini berlaku untuk semua agar pemerintah bisa mengatasi penipuan dan konten yang tidak diinginkan masuk ke dalam ponsel, baik pesan spam, pornografi, maupun penipuan yang dilayangkan di ponsel," tulis harian setempat, China Daily, seperti dikutip okezone melalui Cellular News, Kamis (2/9/2010).
Selama ini pemerintah China memang kehilangan akal dalam memberantas penipuan melalui ponsel. Pasalnya sim card berharga rendah menyebar cukup banyak di China dan dapat dengan mudah diperoleh. Tidak hanya di toko ritel, tapi juga di kios airport bahkan di lapak koran. Pengguna dapat dengan mudah memiliki dan menggunakannya sehingga sangat sulit untuk melacak pelaku penyebar pesan spam.
Menurut China Daily, satu orang pengguna internet di China menerima sekira 43 pesan SMS, di mana 12 di antaranya merupakan pesan spam. (srn)