NEW YORK - Jika yang memiliki waktu tidur kurang dari 10 jam diprediksi akan memiliki kecenderungan kegemukan lima tahun ke depan, khususnya bagi mereka yang berusia lima hingga 10 tahun.
Penelitian yang dilakukan oleh University of California bekerja sama dengan University of Washington di Seattle menemukan adanya hubungan antara aktivitas tidur dengan penambahan berat badan.
Penelitian ini melibatkan sekira 1.930 anak-anak berusia 0 hingga 13 tahun yang disurvei sejak tahun 1997 hingga 2002, atau jangka waktu lima tahun untuk mellihat perkembangannya.
Hasilnya, bagi anak-anak berusia kurang dari empat tahun, tidur kurang dari 10 jam di malam hari ternyata memiliki resiko kemungkinan kelebihan berat badan lima tahun ke depan dua kali lipat ketimbang survei yang kedua.
Namun bagi anak yang berusia lebih tua, awalnya waktu tidur memang tidak berpengaruh pada pertumbuhan berat badan, namun kurangnya waktu tidur justru memicu pola pertumbuhan yang tidak sama. Jika mereka terbiasa tidur kurang dari 10 jam maka yang tadinya memiliki berat badan yang normal akan menjadi kelebihan berat, lalu yang tadinya kelebihan berat akhirnya menjadi obesitas.
"Masa kanak-kanak merupakan 'pintu' penting yang akan menentukan pengaruh pola tidur dalam pertumbuhan berat badan seorang anak di masa depan," ujar Dr Janice Bell dari University of Washington, seperti dikutip melalui Straits Times, Kamis (9/9/2010).
Sebelumnya Dr Bell juga mengatakan jika telah ada bukti yang menunjukkan anak remaja yang kurang tidur akan memiliki perubahan pada tingkat nafsu makan. Hal ini dipicu oleh meningkatnya hormon leptin dan ghrelin.
"Pola dan peningkatan seperti ini dapat berpengaruh juga pada tubuh anak-anak," ujar Dr Bell. (srn)