PERTUMBUHAN berdigit ganda yang diraih pasar e-reader global pada 2009 hingga 2014 bukan pertumbuhan yang sehat karena pertumbuhan itu didorong oleh pemangkasan harga.
Kehadiran komputer tablet iPad produksi Apple Inc benar-benar memukul telak para produsen ereader (alat elektronik pembaca buku digital). Firma riset iSuppli Corp memperkirakan, iPad akan memangsa sekitar 20 persen pangsa pasar e-reader global pada 2010.
"Keunggulan utama iPad atas ereader adalah luasnya fungsionalitas media. Dengan iPad, pengguna bisa mengakses buku digital, multimedia, dan internet. Sedangkan dengan e-reader, pengguna hanya bisa membaca buku digital," ujar Senior Analyst iSuppli Corp Michael Yang. Kendati dimangsa iPad, iSuppli menegaskan, e-reader memang tidak akan segera mati. iSuppli memperkirakan, volume penjualan global e-reader akan terus meningkat rata-rata 39,6 persen per tahun sejak 2009 hingga 2014.
iSuppli menemukan, volume penjualan global e-reader pada 2009 belum mencapai lima juta unit. Namun, karena volume penjualan global e-reader terus meningkat, iSuppli meyakini pasar global e-reader akan mencapai 26,5 juta unit pada 2014. Namun begitu, iSuppli memperingatkan, pertumbuhan berdigit ganda yang diraih pasar e-reader global pada 2009 hingga 2014 bukan pertumbuhan yang sehat.
iSuppli menyatakan, pertumbuhan itu didorong oleh pemangkasan harga yang berisiko besar mengikis laba para produsen. iSuppli mencermati, e-reader adalah produk yang menuntut biaya produksi sangat tinggi karena tidak menggunakan display tradisional seperti LCD (liquid crystal display), melainkan display tinta elektronik yang diproduksi E-Ink Corp. Para produsen e-reader memilih display E-Ink karena display E-Ink tidak memancarkan cahaya seperti LCD.
Alhasil, pengguna e-reader pun bisa membaca teks digital secara lebih alamiah seperti ketika membaca teks yang dicetak di atas kertas biasa.
"Dengan display E-Ink,e-reader tidak hanya menjadi jauh lebih mahal daripada ketika menggunakan LCD. Sebab, display E-Ink juga tidak mampu menampilkan warna secerah dan setajam LCD. Semula ditujukan sebagai keunggulan, display E-Ink pada saat ini justru menjadi kelemahan e-reader," ucap Yang.
Jika tidak ingin didera kerugian lebih besar, iSuppli menyarankan, para produsen e-reader sebaiknya beralih dari tinta elektronik dan menggantikan display e-reader dengan LCD. Dengan display LCD, iSuppli menilai, para produsen ereader akan mampu pula menawarkan fitur tambahan seperti multimedia. iSuppli mencermati, produsen e-reader yang pertama kali memangkas harga adalah Barnes & Noble Inc.
Pada Juni 2010, harga ereader produksi Barnes & Noble, yakni Nook, turun menjadi USD139 per unit, dari USD199 per unit. Setelah itu, Amazon.com Inc pun menyusul. Masih pada Juni 2010,Amazon memangkas harga Kindle 2 dari USD259 per unit menjadi USD189 per unit. Tidak cukup dengan pemangkasan harga Kindle 2, Amazon pun memangkas harga Kindle DX menjadi USD379 per unit, dari USD489 per unit.
Melihat Barnes & Noble dan Amazon memangkas harga e-reader masing-masing, Sony Corp tidak ingin tertinggal. Karena itu, Sony memangkas harga tiga e-reader andalannya. Harga Reader Daily Edition turun USD50 menjadi USD300 per unit, harga Reader Touch Edition turun USD30 menjadi USD170 per unit, dan harga Reader Pocket Edition turun USD20 menjadi USD150 per unit. iSuppli menilai, pemangkasan harga yang dilakukan para produsen e-reader memang akan mampu meningkatkan volume penjualan. Namun, iSuppli menegaskan, pertumbuhan itu hanya akan terjadi dalam jangka pendek.
"Dalam jangka panjang, ereader tidak akan mampu melawan iPad.Akibat kehadiran iPad, para produsen e-reader juga terancam rugi besar karena margin laba ereader kini hampir habis. Dengan harga sedemikian rendah, para produsen e-reader hanya akan mampu menutup biaya produksi," tutur Principal Analyst iSuppli Corp William Kidd.
Saat volume para produsen ereader meradang, iSuppli mencermati, volume penjualan global iPad melonjak naik melampaui perkiraan. Pada April 2010, iSuppli memperkirakan, volume penjualan global iPad pada 2010 akan mencapai 7,1 juta unit. Namun, karena Apple mampu menjual tiga juga unit iPad dalam waktu hanya 80 hari setelah peluncuran perdana iPad di Amerika Serikat pada 3 April 2010,iSuppli kini terpaksa merevisi naik perkiraan penjualan global iPad untuk 2010.
Perkiraan terbaru iSuppli adalah volume penjualan global iPad pada 2010 akan mencapai paling sedikit 12,9 juta unit.
"Apple telah mendongkrak volume produksi iPad. Karena itu, iSuppli harus menerbitkan revisi ini," ujar Director Monitor Research iSuppli Corp Rhoda Alexander. iSuppli menegaskan, berapa juta unit pun Apple mampu memproduksi iPad pada setiap bulan, maka tablet tersebut akan tetap laku.
Namun, iSuppli menemukan, kapasitas produksi iPad pada 2010 akan tetap terbatas akibat keterbatasan suplai komponen, terutama panel LCD dan memori flash tipe NAND.
"Pada saat ini, pengganjal utama pertumbuhan volume penjualan global iPad pada 2010 adalah produksi, bukan permintaan. Apple pun mengendalikan ketat produksi iPad untuk menjaga kualitas sehingga tidak bisa menggunakan sembarang komponen dari supplier baru," sebut Alexander. (srn)