PADA kuartal ketiga 2010, netbook semakin tidak berdaya dalam mendongkrak volume penjualan PC global. Akibatnya, pertumbuhan volume penjualan PC global melemah jauh lebih rendah daripada perkiraan.
Laporan terbaru firma riset Gartner Inc mengungkap, volume penjualan PC (personal computer) global pada kuartal ketiga (Juli-September) 2010 meningkat 7,6 persen per tahun menjadi 88,3 juta unit. Namun, Gartner menegaskan, pertumbuhan tersebut jauh lebih rendah daripada perkiraan. Gartner menilai, kinerja pasar PC global pada kuartal ketiga 2010 mengecewakan karena sebelumnya Gartner meyakini volume penjualan PC global pada periode tersebut dapat meningkat hingga 12,7 persen per tahun.
"Pertumbuhan volume penjualan PC global pada kuartal ketiga 2010 terganjal lemahnya permintaan PC di Amerika Utara dan Eropa Barat. Padahal, volume penjualan PC global pada kuartal ketiga umumnya bertumbuh tinggi," tutur Principal Analyst Gartner Inc Mikako Kitagawa.
Dalam penjelasan Gartner, volume penjualan PC global pada kuartal ketiga secara historis selalu diwarnai pertumbuhan pesat karena kuartal ketiga adalah musim ajaran baru. Pada periode tersebut, para pelajar umumnya kembali ke sekolah dengan PC baru.
Namun, pada kuartal ketiga 2010 volume penjualan PC global bertumbuh lemah, dengan percepatan berdigit tunggal, karena konsumen di Amerika Utara dan Eropa Barat menunda niat untuk membeli PC baru, guna menghemat tabungan di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu.
"Permintaan PC pada kuartal ketiga 2010 sangat lemah karena netbook, yang menjadi pendorong utama pertumbuhan volume penjualan PC global dalam dua tahun terakhir, ternyata tidak mampu banyak membantu," papar Kitagawa.
Berdasarkan data Gartner, pangsa netbook di pasar PC global telah melemah sejak kuartal pertama (Januari-Maret) 2010, sehingga pada kuartal kedua (April-Juni) 2010 hanya tersisa kurang dari 18 persen. Padahal, Gartner menegaskan, pada 2009 netbook mampu menguasai pangsa pasar global hampir 20 persen.
"Konsumen mulai meninggalkan netbook karena netbook memang tidak bisa menggantikan PC standar, seperti notebook dan desktop. Karena itu, pangsa pasar global netbook akan terus melemah hingga 2014 sehingga hanya tersisa sekitar 10 persen," ujar Research Analyst Gartner Inc Raphael Vasquez. Gartner menuturkan, pada masa krisis ekonomi global 2009, konsumen agresif membeli netbook karena netbook adalah platform PC yang berharga paling terjangkau, kendati memiliki fungsi sangat terbatas. Saat kondisi perekonomian membaik, sehingga konsumen lebih leluasa berbelanja, maka konsumen pun lebih memilih membeli notebook,ataupun komputer tablet.
"Konsumen mulai menghindari netbookkarena dua sebab.Pertama, konsumen mulai menyadari limitasi netbook. Kedua, harga netbook menjadi tidak jauh berbeda daripada notebookkarena para produsen notebook agresif memangkas harga," tutur Kitagawa. Firma riset International Data Corp (IDC) pun sepakat dengan Gartner. IDC menegaskan, pangsa pasar global netbook pada 2010 terus melemah karena netbook tidak mampu berkompetisi dengan notebook, dan komputer tablet seperti iPad produksi Apple Inc.
"Pada 2010, peran netbook menjadi semakin kecil karena notebook mulai bangkit sebagai pendorong utama pertumbuhan volume penjualan PC global," tutur Research Analyst Worldwide Quarterly PC Tracker IDC Jay Chou.
Selaras dengan perkiraan IDC, firma riset DisplaySearch Ltd mengungkapkan, peran netbook dalam mendorong pertumbuhan volume penjualan PC global pada 2010 akan terus melemah karena mulai digeser oleh notebook.
DisplaySearch mengatakan, konsumen lebih suka membeli notebook daripada netbook karena harga notebook terus melemah, sedangkan harga netbook terus naik. Padahal, DisplaySearch menegaskan, notebook memiliki jauh lebih banyak fungsi daripada netbook.
"Tahun 2007 adalah kelahiran netbook. Selanjutnya, netbook berjaya pada 2008 dan 2009.Namun,pada 2010 daya saing netbookmulai melemah karena harga notebook menjadi semakin terjangkau," sebut Director Notebook Market Research DisplaySearch Ltd John F Jacobs. Firma riset iSuppli Corp menambahkan, konsumen tidak membeli netbook karena menyukai platform tersebut, tetapi karena terpaksa.
"Netbook adalah platform PC yang berharga paling terjangkau dan memiliki mobilitas," kata Principal Analyst Compute Platform iSuppli Corp Matthew Wilkins. Ketika perekonomian membaik dan konsumen memiliki lebih banyak anggaran belanja ekstra, Wilkins menegaskan,maka konsumen akan kembali notebook karena notebook memiliki fungsi komputasi dan hiburan lebih banyak daripada netbook. iSuppli mencatat, penjualan netbook global pada 2008 bertumbuh dengan angka mencengangkan sebesar 2.424,0 persen. Namun, iSuppli mengungkapkan, pada 2009 angka pertumbuhan itu turun menjadi 68,5 persen, pada 2010 turun lagi menjadi 39,6 persen, dan pada 2013 akan terus turun menjadi 13,1 persen. Firma riset Canalys Ltd memperkirakan pula,volume penjualan komputer tablet secara umum, yaitu iPad dan para pengekornya, akan mencapai 12,5 juta unit pada 2010. Canalys meyakini, angka itu akan membengkak menjadi 66 juta unit pada 2014.
"Karena iPad adalah yang pertama,maka iPad akan tetap mendominasi pasar global tablet paling tidak hingga 2011.Setelah itu, iPad akan menghadapi kompetisi semakin ketat karena pesaing menjadi semakin banyak," sebut Vice President & Principal Analyst Canalys Ltd Chris Jones.
Karena pilihan tablet terus bertambah, sedangkan teknologi netbook tidak kunjung berkembang, Canalys menegaskan,maka konsumen akan semakin banyak membeli tablet. Alhasil, Canalys memprediksi, volume penjualan global tablet akan melampaui netbook pada 2012. (Koran SI/ Ahmad Fauzi) (srn)