JAKARTA - Research in Motion (RIM) diminta agar segera membangun data center di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informasi telah menyurati RIM terkait masalah tersebut.
Hal itu dikatakan Tifatul di sela acara Rakornas Kemkominfo 2010 di Jakarta, Senin (25/10/2010).
"Permintaan kita ada tiga, buka service center, buka server, dan blokir pornografi," kata Tifatul.
Dijelaskan Tifatul, saat ini RIM hanya sebatas kerjasama dengan perusahaan lain dalam mengembangkan service center. Seperti diketahui, RIM menggaet PT Teleplan Indonesia untuk penyediaan fasilitas dukungan perbaikan di dalam negeri bagi para pengguna smartphone Blackberry di Indonesia, sejak Juli 2009. Tifatul, menjelaskan, seharusnya service center RIM bisa mendorong terciptanya lahan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Selain itu, untuk masalah pembangunan data center, diharapkan dengan dibukanya server di Indonesia, Aparat penegak hukum di Indonesia bisa melakukan tapping pada pelaku-pelaku kejahatan.
"Jangan sampai orang BBM-an kita tak tahu, nanti Koruptor dan teroris bisa bebas berkomunikasi, seperti yang terjadi di Mumbai, India, " kata Tifatul.
RIM juga diminta untuk memblokir konten-konten pornografi yang diakses melalui Blackberry.
"Mereka tentunya tidak keberatan, bisnis RIM di indonesia bisa dikatakan terbesar, angka resmi pengguna Blackberry mencapai 1,5 juta, tapi jumlahnya bisa lebih dari itu karena kemana pun saya pergi saya lihat orang pakai BB," tandas Tifatul. (ugo)