Getting Time...

Nunggak BHP, Lisensi Smart Terancam Dicabut?

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Kamis, 4 November 2010 11:37 wib
detail berita
Logo Smart Telecom

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika mengancam akan mencabut lisensi PT Smart Telecom apabila hingga akhir bulan ini belum membayar tagihan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi sebesar Rp484 miliar.

Tagihan BHP ini merupakan jumlah akumulasi sejak 2006. Pemerintah sendiri sudah berulangkali melayangkan surat peringatan dari pemerintah.

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo, ketentuan yang berlaku memang menyebutkan bahwa setelah tiga kali peringatan dikirim akan dilanjutkan dengan verifikasi. Jika tidak ditanggapi maka langkah selanjutnya adalah pencabutan sesuai dengan UU Telekomunikasi No.36/1999. Dalam UU tersebut disebutkan dalam Pasal 34 Ayat 1 yang sanksinya di Pasal 45 dan pencabutannya di Pasal 46.

"Tapi memang tak semudah itu mencabutnya. Kami juga tidak bisa secara tiba-tiba. Ada ketentuannya," kata Gatot saat dihubungi okezone, Kamis (4/10/2010).

Gatot menjelaskan masih ada masalah antara pemerintah dengan Smart, khususnya pada saat verifikasi.

"Masih ada perbedaan pandangan tentang subjek dan pokok besaran yang wajib dibayar oleh Smart sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang," kata Gatot.

Seperti diketahui, beberapa tahun silam Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Kemkominfo menata spektrum frekuensi 2,1 gigahertz (GHz), spektrum frekuensi layanan 3G. Tiga operator, TelkomFlexi, Indosat, dan PT Wireless Indonesia, yang menempati pita frekuensi tersebut, harus hengkang. Adapun PT lndoprima Mikroselindo (Primasel), yang berdekatan, harus mengurangi frekuensinya menjadi hanya 2x5 MHz.

Pemerintah menyarankan Wireless Indonesia (WIN) merger dengan Primasel dan membentuk perusahaan baru PT Smart Telecom. Smart Telecom beroperasi pada pita frekuensi 1903,125-1910 MHz-berpasangan dengan 1983,5-1990 MHz, yang letaknya berdekatan dengan spektrum pita frekuensi 3G.

Berdasarkan Permenkominfo No. 88/2006 mengenai Penataan Pita Frekuensi 2,1 GHz, harga pe-, nawaran 3G menjadi patokan biaya pemakaian frekuensi sehingga menempatkan Smart Telecom dalam struktur tarif 3G. (srn)

  • Nanda Rizky Nurhuda » 0 Tanggapan
    Yah. Inilah bentuk penurunan pelayanan smart. Pantesan diberlakuin Quota. Rupanya buat nutup kerugian. Hahaha sucks
    Beri Tanggapan Laporkan
  • satoshi » 0 Tanggapan
    Wah kalo nanti dicabut nasib yg udah beli Modem ato HPnya gmana tuh?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sarwo edi wibowo » 0 Tanggapan
    saya adalah salah satu pengguna smart yang merasa sangat sangat tertolong dengan paket internet murah dan berkualitas dari smart , sebelum adanya smart , internet di Indonesia itu sangat MAHAL , BIAYA YANG SANGAT MAHAL PUN MEMBUAT SAYA TIDAK BISA MENGAKSES INTERNET DENGAN LELUASA , tapi kini dengan adanya smart , sebagai mahasiswa yang sangat membutuhkan akses informasi dan ilmu , saya SANGAT TERTOLONG dengan smart, dan berkat smart pula saya bisa mencari penghasilan lewat internet dan saya bisa menghidupi diri saya sendiri dan membantu biaya perkuliahan saya , terlepas dari tindakan pemerintah untuk mencabut lisensi dari smart , tapi saya sangat bersyukur dengan hadirnya smart , berkat internet murah dari smart , saya yang sebetulnya sudah tidak mungkin melanjutkan kuliah lagi bisa melanjutkan kuliah lagi dengan mencari penghasilan lewat internet , beasiswa ? bantuan pemerintah ? buat saya itu cuma omong kosong , dengan biaya kuliah yang selangit , mustahil bagi saya untuk bercita cita memperoleh gelar sarjana , komentar ini saya buat murni dari diri saya sendiri , saya bukan orang dalam smart , saya bukan orang yang berbisnis terselubung internet dengan mencantumkan referral MLM internet ,saya hanyalah mahasiswa yang nyaris "DO" karena tidak punya uang untuk melanjutkan kuliah tapi berkat internet murah dari smart , skill saya dalam berbahasa inggris dan programming akhirnya bisa saya pakai untuk mencari nafkah , akhir kata terima kasih buat smart . Ini kontak saya , kalau ada yang curiga saya bagian dari marketing smart edisalatiga@gmail.com.
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar