BRASILIA - Regulator telekomunikasi Brasil mengatakan jika penetrasi ponsel di negara tersebut telah melampaui jumlah populasi penduduknya. Penetrasinya telah lebih dari 100 persen.
Dilansir melalui Cellular News, Minggu (21/11/2010), menurut data regulator telekomunikasi Brasil, penetrasi seluler di negara tersebut telah mencapai 100 persen pada akhir Oktober lalu.
Bulan ini data pelanggan seluler bertambah lagi menjadi tiga juta pelanggan baru dan menggenapkannya menjadi total 194,4 juta pelanggan. Padahal populasi di negara tersebut hanya sekira 191,4 juta penduduk.
Ini artinya sekira 100 penduduk di Brasil memiliki sekira 100,44 sambungan telepon. Dari angka 194,4 juta tersebut, 82,19 persen atau sekira 159,82 juta pelanggan seluler di Brasil menggunakan layanan prabayar. Sedangkan 17,81 persen, atau sekira 34,63 juta sisanya menggunakan pascabayar.
Dari sekira delapan operator telekomunikasi yang bermain di Brasil, Vivo memiliki pangsa pasar yang paling besar dengan 30,03 persen, atau sekira 58,39 juta pelanggan. Sedangkan di posisi kedua adalah Claro dengan pangsa pasar 25,5 persen atau sekira 49,74 juta pelanggan. Sisanya berturut-turut dimiliki oleh Tim, Oi, CTBC, Sercomtel, dan Unicel.
GSM merupakan teknologi yang paling banyak digunakan oleh pelanggan seluler di Brasil dengan pelanggan mencapai 170,98 juta, atau marketshare 87,94 persen. Sedangkan WCDMA mengikuti di bawahnya dengan jumlah 12,92 juta pelanggan atau marketshare 6,65 persen. (srn)