Getting Time...

Kebijakan Hard Cluster Ancam Pengusaha Server Pulsa

Iman Rosidi - Trijaya
Kamis, 9 Desember 2010 12:15 wib
detail berita

JAKARTA - Pemberlakuan strategi distribusi operator telekomunikasi secara hard cluster diperkirakan bakal mematikan pelaku usaha kecil dan menengah server pulsa. Tentu saja dampak langsung pemberlakuan regulasi ini akan mengakibatkan jutaan orang yang selama ini bekerja di bidang ini terancam kehilangan pekerjaan.

"Aturan ini akan sangat merugikan dengan tutupnya ribuan usaha kecil dan jutaan tenaga kerja kehilangan pekerjaan," kata Ketua Umum Asosiasi Server Pulsa Indonesia (Aspindo) Dwi Lesmana di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selama ini, lanjutnya server pulsa sudah sejak lama berdiri  dengan semua agen hingga counter pulsa kecilpun atau agen di kantor-kantor sudah ada. Menurutnya, sumbangan besar hingga 60 persen distribusi pulsa elektrik atas provider berasal dari pelaku server pulsa.

Lebih lanjut Dwi melihat ada kekhawatiran besar dari para anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Kekhawatiran ini berkaitan dengan akan diberlakukannya hard cluster distribusi pulsa elektrik oleh Telkomsel di awal kuartal II 2011 mendatang.

Sebagaimana dijelaskannya, bahwa hard cluster Telkomsel adalah end user yang melakukan pengisian pulsa Telkomsel baik Simpati atau As harus diisi dari chip MKios dimana nomor telepon end user berada atau pengisian pulsa elektrik hanya bisa dilaksanakan dalam cluster sama.

Dan bila diberlakukan, menurutnya maka server pulsa akan kesulitan melakukan pengisian pulsa. "Penerapan ini akan berakibat pada matinya usaha server pulsa. Dan juga hilangnya kesempatan kerja bagi jutaan tenaga kerja, baik pelaku usahanya, developer software pulsa dan counter pulsa," ungkapnya.

Jika ditingkat konsumen, lanjutnya maka akan kesulitan mendapatkan pulsa. Hal ini disebabkan pengisian pulsa harus sesuai dengan cluster yang ditentukan.

"Bila pemilik nomor termasuk di wilayah cluster A ingin mengisi pulsa dan saat itu dirinya berada di wilayah B maka pengisian pulsa tidak akan bisa dilakukan," pungkasnya. (ugo)

  • rahasia » 0 Tanggapan
    kurang sip pendapatnya, klu agan setuju sama aja bunuh pengusaha kecil
    Beri Tanggapan Laporkan
  • pacul » 0 Tanggapan
    pusianggggggg
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gundul » 0 Tanggapan
    hardcluster kalo nggak diterapkan secara sistem itu namanya bullshit alias pembodohan by monopoli.. dealer jadi semau gue (persaingan 0%).. bikin aturan kok b***i nggak jelas blass.. coba kalo berani secara sistem seperti flexi gue acungin 4 jempol.. jempol kaki ikut sekalian.. kalo nggak berani scr sistem ganti nama aja tololsel.. seperti gue manut aja di bodohi
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gundul » 0 Tanggapan
    sistem hard cluster kalo nggak secara sistem namanya bull s**t alias pembodohan.. bikin aturan kok b***i nggak tegas blass.. yg enak dealer jadi semau gue.. kalo diterapkan secara sistem gue acungin 4 jempol sekalian ama kaki.. tapi kalo nggak ganti nama tololsel aja
    Beri Tanggapan Laporkan
  • johan » 2 Tanggapan
    Kamu pengusaha apa pemakai saja..? di pahami dulu donk.. dengan adanya hard cluster tidak begitu pengaruh sama kita yg hanya pemakai. yang kebakaran jenggot tuh mereka para pemain server besar yg menjajah ke seluruh wilayah, yg imbasnya outlet/counter/server lokal yg di daerah pulsanya tidak laku. justru Oprator yg baik adalah operator yg bisa melakukan perubahan demi untuk kenyamanan para pelangganya. jgn hawatir dimanapun kita berada dan darimanapun asal kartu kita selama kita mengisi pada outlet/counter daerah (bukan outlet yg memakai server nasional) saya yakin 100% tidak ada masalah.
    • rahasia
      kurang sip pendapatnya, klu agan setuju sama aja bunuh pengusaha kecil
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar