JAKARTA - Belakangan beredar kabar kalau Apple akan menggadeng operator lain selain Telkomsel, untuk menjual iPhone di Indonesia. Perusahaan ini pun tidak ambil pusing dengan isu yang semakin berhembus tersebut.
"Memang kami tidak mengatakan kerja sama dengan Apple itu bersifat eksklusif. Namun sampai saat ini kami melihat Apple masih nyaman bekerja sama dengan Telkomsel. Kalau ada kabar mengenai kehadiran operator lain yang digandeng Apple, pasti sebelumnya perusahaan itu memberi tahu kami terlebih dahulu. Sampai saat ini tidak ada kabar tersebut," terang Gideon E Purnomo, VP Channel Management Telkomsel, di Brew Cafe, Jakarta, Jumat (17/12/2010).
Dijelaskan olehnya, Telkomsel tidak mengetahui apakah Apple puas atau tidak dengan hasil penjualan iPhone selama ini. Akan tetapi dia menegaskan bahwa sepanjang penjualan iPhone dengan Telkomsel saat ini Apple sangat paham dengan kondisi pasar Indonesia. Untuk diketahui hingga saat ini Telkomsel sudah menjual 40 ribu iPhone, baik itu iPhone 3G maupun 3GS.
"Apple mengerti keadaan pasar Indonesia yang lebih berkembang sebagai pengguna prepaid. Dengan harga yang relatif tinggi dan tanpa subisidi, penjualan 40 ribu itu termasuk cukup memuaskan," klaimnya.
Gideon membandingkan sejumlah operator di Asia Tenggara, seperti Thailand yang konsep penjualannya sama dengan Indonesia, bahkan hanya terjual sekira 30 ribu unit iPhone saja.
"Jangan disamakan dengan Australia misalnya, yang penjualan iPhone-nya tembus 200 ribu unit karena memang di sana iPhone disubsidi dengan kontrak 2 tahun. Makanya tak mengherankan iPhone bisa dibanderol dengan harga USD199," tandasnya.
(tyo)