Qualcomm: Di Indonesia, CDMA Tidak Akan Mati

CDMA di Indonesia

Qualcomm: Di Indonesia, CDMA Tidak Akan Mati
JAKARTA - Suara layanan telekomunikasi berbasis CDMA masih terdengar sayup-sayup di Indonesia. Pamornya yang kalah dengan GSM, akankah membuat teknologi ini menghilang di tanah air?

Dikatakan Senior Director & Country Manager Qualcomm, Harry K Nugraha, hal itu tidak mungkin terjadi. Menurutnya CDMA tidak akan mati, malah akan terus berkembang.

"CDMA tidak akan mati dan akan terus berkembang. Tanggapan mengenai menurunnya CDMA ini bukan karena teknologinya, tapi karena ketersediaan spektrum frekuensi dari masing-masing operator," ujar Harry di Jakarta, Rabu (12/1/2011).

Ditambahkannya, dirinya yakin jika CDMA akan tetap memiliki marketshare di Indonesia. Pasalnya Qualcomm pun tidak akan pernah berhenti mengembangkan teknologi tersebut.

"Pertumbuhan CDMA tetap akan baik. Untuk sisi layanan juga masih akan terus berkembang," paparnya.

Salah satu upaya Qualcomm dalam mengembangkan layanan CDMA adalah menciptakan sebuah chip dengan ukuran yang lebih kecil namun tetap memberikan kinerja yang cepat, tentunya dengan konsumsi energi yang dibuat lebih hemat.

Lebih lanjut Harry memaparkan, data yang dimiliki Qualcomm, pada tahun 2009 lalu pangsa pasar smartphone CDMA masih sekira 15 persen, sedangkan pada 2014 nanti Qualcomm memprediksi angka itu akan meningkat menjadi 45 persen.

Selain itu, jumlah total pengapalan smartphone di seluruh dunia pada 2012 hingga 2014 nanti mencapai 2,5 miliar unit. Pada kurun 2009 hingga 2014 nanti, smartphone kelas low-end akan mendominasi dengan tingkat penjualan meningkat 9 kali dari angka pengiriman sedangkan smartphone high-end hanya naik 3 kali pada periode tersebut. (srn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    November, Middle-earth: Shadow of Mordor Rilis di Xbox 360