Getting Time...

Rapidshare: Kami Bukan Situs Pembajak

Ahmad Taufiqurrakhman - Okezone
Jum'at, 14 Januari 2011 16:48 wib
detail berita
Rapidshare

CHAM - Sebuah laporan dari Recording Industry Association of America (RIAA) yang menuliskan bahwa naiknya tingkat angka pembajakan adalah dari website-website direct-download, telah dibantah oleh Rapidshare. Dalam hal ini, nama Rapidshare telah dipermalukan oleh RIAA.
 
Markmonitor juga mengklaim bahwa senjata utama dari pembajakan saat ini adalah situs-situs direct download seperti RapidShare. Demikian seperti yang dikutip dari The Inquirer, Jumat (14/1/2011).

Hari ini (14/1), Rapidshare balik menyerang, mengatakan bahwa mereka telah membaca laporan dari MarkMonitor yang mana menyebut situs Rapidshare sebagai platform pembajakan online terbesar di dunia.

Rapidshare menyebut laporan tersebut sebagai 'fitnah', dan mereka sedang mempertimbangkan untuk menuntut MarkMonitor.

"Rapidshare adalah perusahaan resmi yang menawarkan ke pelanggannya, tempat penyimpanan data yang aman, cepat, dan mudah," ujar pihak Rapidshare.

Juru bicara dari pihak Rapidshare mengatakan bahwa Markmonitor menyimpulkan Rapidshare sebagai situs pembajakan digital terbesar, hanya melihat berdasarkan jumlah kunjungan dari website tersebut. Markmonitor mengabaikan fakta bahwa jutaan orang menggunakan layanan Rapidshare untuk kepentingan yang berbeda.

"Pelanggan khusus menggunakan Rapidshare untuk men-share foto, video dan dokumen pribadi, atau sekedar hanya untuk mengkopi file harddisk mereka. Lalu, klien bisnis kami menggunakan Rapidshare untuk menukar/mengirimkan file ukuran besar untuk kolega mereka," jelas pihak Rapidshare.

Sementara itu, Te Smith, Wakil President of Communication dari Markmonitor, mengatakan bahwa ia tidak menyebut YouTube sebagai situs pembajak, sebagaimana mereka memiliki prosedur dimana pemilik merk dagang bisa menutup materi yang di-publish oleh orang lain tanpa seizin mereka.

Akan tetapi, Rapidshare sebenarnya juga memiliki prosedur seperti itu, untuk melindungi hak cipta.

"Kami mempunyai prosedur keamanan seperti itu. Lalu, kami juga telah mengambil banyak langkah untuk mencegah dan melawan pelanggaran hak cipta," kata pihak Rapidshare.

Kini Rapidshare akan melakukan langkah untuk membantah tuduh-tuduhan ini. Perusahaan tersebut berusaha untuk menjelaskan kepada pihak pemerintah AS mengenai tujuan utama dari perusahaan mereka.
(srn)

Beri komentar