Getting Time...

SAS Akuisisi Assetlink

Sarie - Okezone
Minggu, 27 Februari 2011 18:17 wib

JAKARTA - SAS mengakuisisi Assetlink, perintis dalam Marketing Resource Management (MRM).

Kombinasi antara SAS Customer Intelligence dan solusi marketing resource management terkemuka dari Assetlink dan platform manajemen marketing terintegrasi diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pemasar untuk membuat perencanaan, menciptakan dan mengoptimalkan program marketing.

Integrasi SAS dan Assetlink memberikan nilai lebih bagi pelanggan yang telah menggunakan SAS pada divisi marketing. Tim Marketing memiliki semakin banyak tantangan dalam membuat program marketing yang lebih sulit sementara jumlah tim yang membantu tetap sama. Assetlink dapat memberikan manajemen workflow lintas jaringan dalam jumlah banyak untuk membantu tim marketing terhindar dari hambatan yang mungkin terjadi. Dengan Assetlink, SAS membantu mengatur dan mengoptimalkan kinerja marketing melalui manajemen aset yang lebih efisien, peningkatan kemampuan pengukuran dan pelaporan keuangan  yang lebih baik.

"Kombinasi ini membuat sempurna satu sama lain, dan yang lebih penting lagi adalah bagi tim marketing yang mengunakan layanan ini," kata David Raab, Pimpinan Raab Associates.

"Kombinasi tersebut menjadikan SAS dapat memberikan perencanaan marketing dan eksekusi secara lengkap sebagai bagian dari rangkaian automisasi marketing modern," ujarnya.

"Kekuatan analytics SAS dapat membantu perusahaan-perusahaan mengidentifikasi area untuk meningkatkan kinerja marketing, membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih intensif serta meningkatkan keuntungan. Bagaimanapun, permasalahan dalam budgeting, perencanaan dan alokasi sumber daya manusia akan dapat mengganggu efektivitas marketing," kata Jim Davis, Senior Vice President dan Chief Marketing Officer SAS.

"Kombinasi antara kemampuan manajemen sumber daya marketing Assetlink dengan solusi customer intelligence SAS yang terkemuka dapat membantu perusahaan mengidentifikasi apa yang efektif dan apa saja yang memerlukan perbaikan. Tim marketing dapat menjadi lebih efisien, jika dapat mengadakan kampanye dengan lebih tepat dalam skala besar dari pada tidak dapat melakukan apa-apa," tambahnya.

Integrasi SAS dan Assetlink memberikan solusi bagi area yang belum didukung oleh solusi lainnya di pasar. Beberapa di antaranya adalah kemampuan untuk mengatur  inbound marketing dan akses analytics secara real-time, merupakan hal mendasar dalam memetakan atau menentukan komunikasi yang relevan dalam call center, website, jaringan mobile dan jejaring sosial.

"Data yang dikumpulkan dengan solusi manajemen operasi marketing merupakan sumber informasi yang sangat banyak," tambah Chetan Saiya, CEO Assetlink. "Dengan menggunakan SAS Analytics, data ditangkap oleh Assetlink, para Chief Marketing Officer dan profesional marketing dapat menemukan cara bagaimana memaksimalkan sumber daya marketing dan mengidentifikasi kesempatan baru dari hasil yang ditunjukkan."
Akuisisi ini memposisikan SAS sebagai pemimpin dalam Integrated Marketing Management (IMM). Seperti yang telah dijelaskan oleh perusahaan riset Gartner, IMM mengacu pada strategi yang memiliki tingkat keberhasilan integrasi SDM, proses dan teknologi.

Menurut Gartner, pada 2014, perusahaan yang mengembangkan strategi marketing terintegrasi 'akan menghasilkan Return on Marketing Investment (ROMI) 50 persen lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang tidak menggunakannya'.

Pelanggan SAS dan Assetlink akan memperoleh manfaat dari komitmen SAS untuk terus mengembangkan produknya. Tiga puluh lima tahun memiliki pertumbuhan pendapatan yang terus meningkat membawa SAS menginvestasikan kembali 20 persen dari pendapatan untuk penelitian dan pengembangan tiap tahunnya, sehingga menghasilkan produk yang makin berkembang seperti cloud computing, data yang tidak terstruktur dan komputasi grid. Selain itu, SAS memiliki lebih dari 11.000 karyawan di lebih dari 50 negara dan 400 kantor perwakilan SAS yang menyediakan layanan dan dukungan bagi pelanggan setempat. (srn)

Beri komentar