Mengulik Kekuatan Netflix

-
Senin, 21 Maret 2011 10:35 wib
detail berita
Netflix

Di Amerika, Netflix mungkin sama populernya dengan istilah 'rental film' itu sendiri.

Ketika berpikir tentang menonton film, Netflix adalah hal pertama yang teringat di kepala. Sejak beberapa tahun terakhir Netflix membuat aktivitas menonton film warga Negeri Paman Sam jadi jauh lebih mudah. Mudah karena mereka tidak perlu repot datang ke tempat rental DVD, lantas mengembalikannya setelah jangka waktu sewa habis. Dengan Netflix, pengguna cukup duduk di sofa rumahnya.

Adapun yang mereka butuhkan hanya laptop ataupun ponsel dengan sambungan internet broadband. Tak hanya laptop tapi juga PlayStation 3, Xbox 360, Wii, hingga smartphone Android maupun iPhone. Semua orang bisa mengakses Netflix. Cukup membayar sewa bulanan yang jumlahnya hanya beberapa dolar, mereka diberi akses ke perpustakaan video streaming film milik Netflix yang jumlahnya mencapai 100.000 judul dari berbagai genre dan era.

Cara lainnya adalah meminta Netflix mengirim film yang ingin ditonton lewat pos. Waktu sewanya dibatasi sebulan atau sampai ada orang lain yang ingin menyewa judul film Anda. Kesuksesan Netflix adalah software yang disebut Cinematch. Aplikasi ini membaca preferensi pelanggan terhadap DVD yang mereka tonton. Salah satunya untuk merekomendasikan DVD tertentu kepada pelanggan tertentu, sambil mencocokkan stok DVD yang mereka miliki di inventory mereka. Sepanjang kuartal keempat 2010 silam, Netflix meraih 4 juta pelanggan baru.

Total pelanggannya saat ini mencapai 20 juta orang. Pada akhir Maret 2011 mendatang, mereka juga optimistis bisa mendapat tambahan 3,7 juta pelanggan lagi. Begitu populernya layanan Netflix, perusahaan ini disebut-sebut menjadi ancaman bagi layanan televisi berbayar, khususnya saluran premium seperti HBO. Hubungan Netflix dengan studio film tergolong unik. Betul, Netflix memberikan pendapatan jutaan dolar kepada studio karena mereka harus membayar lisensi setiap film yang disewakan.

Namun, di sisi lain, Netflix akan menjadi kompetitor besar karena warga Amerika mulai kehilangan minat untuk berlangganan TV kabel maupun membeli DVD orisinal. Layanan on-demand video streaming milik Netflix lebih difavoritkan karena kemudahannya. (Koran SI/ Danang Arradian) (srn)

Beri komentar