Getting Time...

Ponsel IMO Ekspansi ke Timur Tengah

Sarie - Okezone
Jum'at, 25 Maret 2011 17:53 wib
detail berita
Sarwo Wargono, President Direktur PT Konten Indomedia Pratama dan Presiden Direktur Lalei Albarakah Est, Saleh S Batterjee (foto: dok. IMO)

JAKARTA - Seolah tidak mau hanya sukses di kandang sendiri, ponsel lokal IMO berupaya untuk berkembang di negara lain. Mereka pun berekspansi ke Timur Tengah.

Dilansir melalui keterangan resminya, Jumat (25/3/2011), ponsel IMO menggandeng perusahaan asal Timur Tengah, Lalei Albarakah Est., yang merupakan salah satu anak perusahaan Batterjee Group, yang bidang usahanya cukup banyak, mulai dari telekomunikasi, rumah sakit hingga perminyakan.

Penandatanganan kerja sama ini telah resmi dilakukan, bertempat di Grha Indomedia Group, Jakarta dengan melibatkan Sarwo Wargono selaku President Direktur PT Konten Indomedia Pratama sebagai pemegang merek IMO, serta Presiden Direktur Lalei Albarakah Est, Saleh S Batterjee.

"Kerjasama antara Ponsel IMO dengan Lalei Albarakah Est meliputi pemasaran produk Ponsel IMO di Timur Tengah, juga pengembangan Mobile Aplikasi, Infrastruktur Mobile dan solusinya yang disesuaikan dengan kultur negara setempat," ujar Sarwo.

Nantinya, lanjut Sarwo, selain pemasaran produk, PT Konten juga akan melanjutkannya dengan pembukaan layanan service center guna menunjang after sales dari produk yang dipasarkannya.

Dengan ekspansi ini, Sarwo mengklaim jika Ponsel IMO merupakan ponsel lokal pertama yang bisa menembus pasar internasional.

PT. Konten Indomedia Pratama merupakan pemegang brand Ponsel IMO di Indonesia  yang menyediakan handset berkualitas dengan harga terjangkau. Sejak tahun 2006 sampai dengan tahun 2011 ini Ponsel IMO telah mengeluarkan 35 tipe ponsel. Penyebarannya juga diiringi dengan berdirinya pusat layanan purna jual di beberapa kota seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Garut, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Purwoketro, Purworejo, Surabaya, Malang, Jember, Probolinggo, Jogjakarta, Pekalongan, Samarinda, Menado, Medan, Pekanbaru dan Palembang. (srn)

Beri komentar