SANG FRANCISCO - Sebuah laporan baru yang diterbitkan oleh Juniper Research memperkirakan bahwa jumlah pengguna mobile yang membayar biaya langganan bulanan untuk akses ke katalog musik, baik melalui download atau streaming, akan mencapai 178 juta pada tahun 2015, atau lebih dari tiga kali lipat jumlah pengguna melakukannya pada tahun 2010 .
Di pasar negara berkembang, seperti China dan India, di mana penetrasi pelanggan tumbuh dengan cepat dan jumlah pelanggan yang akses ke jaringan 3G juga semakin meningkat, berlangganan layanan musik di ponsel akan menjadi semakin populer. India, khususnya, merupakan pasar yang kuat untuk musik, yang tak terlepas dari industri Bollywood disana.
"Sementara konten musik berbasis streaming akan tumbuh besar di pasar negara maju. Kita tidak boleh melupakan bahwa pasar tersebut merupakan populasi yang besar," terang Daniel Ashdown dari IDC, seperti dilansir Cellular News, Rabu (30/3/2011).
"Meningkatnya penetrasi pelanggan seluler, dan pengembangan ekonomi yang mewakili kesempatan emas untuk layanan musik mobile. model berlangganan menawarkan akses terjangkau untuk katalog besar musik, dan penghasilan tetap untuk operator mobile seperti China Mobile dan Bharti Airtel," tambahnya.
Namun, di daerah lain musik mobile, cerita ini jauh berbeda. Pasar ringtone, yang telah menurun selama beberapa tahun. Pengguna perangkat mobile semakin menemukan bahwa layanan berbasis web dan bahkan pada perangkat aplikasi dapat memungkinkan mereka untuk membuat nada dering sendiri yang meniadakan kebutuhan untuk membeli ringtones siap pakai.
(tyo)