Getting Time...

Beredar 'Surat Kaleng' di Telkom dan Telkomsel

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Selasa, 3 Mei 2011 10:41 wib
detail berita
Ilustrasi

JAKARTA - Operator Telkomsel dan Telkom sedang diterpa kabar tak sedap, penyebabnya adalah beredarnya surat kaleng yang beredar di forum Kaskus, yang membeberkan korupsi yang terjadi di BUMN tersebut.

Disebutkan surat kaleng yang ditulis oleh orang mengaku bernama HM Sukarni, GM Special Audit PT Telkomsel, bahwa pihak terkait memeriksa managemen PT Telkom dan Telkomsel mengenai korupsi di tingkat bawah sampai tingkat atas.

Dikutip okezone, Selasa (3/5/2011), beberapa daftar 'dosa' korupsi beberapa proyek di tubuh Telkomsel dan Telkom diantaranya adalah,

1. Project Renovasi Gedung senilai 35 M, melalui tender akhirnya dimenangai oleh salah satu PT yg dimiliki oleh Mr R. Mr R ini merupakan penyokong dana untuk subapaya direksi telkom dan telkomsel tetap bertahan.

Project yg sudah di initiate ini ternyata bersisi change request semua, sehingga project yg semula bernilai 35 M ini menjadi 45 M, terjadi penggelembungan buget yg besar melalui change request, memang PT yg dimiliki oleh MR R ini memenangi Tender dengan nilai harga yg paling murah, ta[pi ini cuma trik saja, karena dengan harga paling murah maka bisa menang dan jika menang tentu saja dibuat lah change request.


2. Project swap BTS
Project swap BTS ini menggantikan BTS BTS telkomsel yg eksisting dengan product dari RRT, dari kualitas nomer satu downgrade ke low price dan low quality. Rencananya semua BTS telkomsel akan menggunakan productt RRT.

Product BTS ini merupakan usulan dari 2 Direktur Singtel ygn bernama Leon Sing Lung, dan Kwongke, dua orang ini sangat berkuasa di Telkomsel dan melebihi sebagai owner di telkomsel, yaitu negara.

Terjadi kesepakatan dana yg besarnya 50 M untuk dibagi bagikan kepada pejabat di kemeneg BUMN, Direksi Telkom sehingga dengan dana tersebut posisi direksi Telkomsel tidak diganggu gugat sampai masa akhir jabatannya. Sehingga sama sekali perfomansi PT Telkomsel yg merosot tajamini tertutupi oleh silaumua uang 50 M.

3. Konipirasi pengadaan simcard RF utk T-CASH dari whisle blower yang tidak difollow up oleh PT TElkom dan Telkomsel, diinformasikan bahwa pengadaan ini menyiapkan dana 25 M untuk mempertahankan posisi dirut Telkom dan dirut Telkomsel.

seharusnya harga 1 simcard itu dibawah USD1 , ternyata harganya sampai USD12 per buahmya. Dan ini menurut data yg kami telusuri, melibatkan mantan pejabat tinggi yg ditugaskan di pt telkom sebagai komut, dan mantan meneg bumn kabinet sebelumnya


Surat kaleng ini sendiri, ditebuskan oleh beberapa pihak, termasuk Presiden SBY, Watimpres, Mensesneg, Menkeu RI, Kepala BPK, Komisaris utama Singtel
(tyo)

Beri komentar