JAKARTA - Layanan payment service provider lokal, Doku, resmi meluncurkan ulang brand mereka, setelah sebelumnya memakai nama NSIA Pay.
Layanan NSIA Pay sudah diluncurkan sejak tahun 2007, namun baru pada awal 2011 mengganti namanya menjadi Doku.
"Nama Doku diambil dari bahasa gaul anak Jakarta, yang berarti uang," jelas Thong Sennelius, CEO Doku di Jakarta, Rabu (18/5/2011).
Sennelius menjelaskan bahwa untuk layanan pembayaran penggunanya, Doku sudah bekerjasama dengan beberapa bank nasional seperti BNI, Citibank, Bank Mandiri & KlikBCA.
"Untuk perusahaan rekanan, kami sudah bekerjasama dengan beberapa merchant seperti Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, Merpati Nusantara, Batavia Air, Bayu Buana & Java Festival Production," ujar Nabilah Alsagoff, Chief Operating Officer.
Thong mengatakan bahwa sampai saat ini sudah ada 160 sampai 170 perusahaan yang menjadi rekan kerja Doku. "Rencana ke depan, kami berharap kalau Doku bisa menambah sekira 500 perusahaan per tahun," katanya.
Sebagai layanan payment online tentu masalah keamanan harus diutamakan, maka ketika ditanya masalah tersebut, Nabilah menjawab bahwa Doku sudah memenuhi sertifikasi Payment Industry, Data Security Standards (PCI DSS). "Dengan sertifikasi tersebut, maka data kartu kredit pengguna akan terjamin kerahasiaannya serta aman dari hacking," ungkapnya.
Nabilah menjelaskan bahwa Doku sebagai layanan payment online terbuka bagi berbagai jenis perusahaan. "Kecuali perusahaan di bidang gambling, drugs, pornografi dan tembakau," jelasnya.
Di luar negeri untuk layanan payment lokal ada PayPal, ketika ditanya mengenai perbedaannya dengan Doku, Nabilah mengatakan kalau di Doku pengguna tidak harus mendaftarkan untuk memiliki akun.
"Lagipula kartu kredit pengguna PayPal hanya terhubung ke bank tertentu, sementara Doku ada lebih banyak pilihan bank bagi pengguna," tandasnya.
(ATA)