Apa Itu Teknologi NFC?

|

Bob McDougall, Country Manager, Nokia Indonesia

Apa Itu Teknologi NFC?
Ketika kita membahas Near Field Communications (NFC) – nama umum untuk sebuah teknologi baru yang memungkinkan interaksi antar perangkat jarak dekat – ada dua kubu utama: NFC terbuka dan NFC secure. NFC terbuka mengacu pada interaksi antara dua perangkat berkemampuan NFC, atau penggunaan sebuah perangkat NFC untuk membaca sebuah tanda NGC (chip yang tertanam di poster, kartu, atau media cetak lainnya) untuk menerima konten atau melakukan sebuah hal.

NFC secure, di lain pihak, mengacu pada penggunaan perangkat mobile sebagai sebuah dompet atau kartu kredit virtual untuk melakukan pembayaran dengan cara mengibaskannya di atas sebuah pembaca NFC.

Saat ini NFC dipandang sebagai salah satu area yang paling menarik di industri ini dari sudut pandang pendapatan, karena menurut data riset Jupiter diperkirakan akan ada 700 juta ponsel berkemampuan NFC yang terjual hingga tahun 2013. Tapi kami di Nokia berpendapat bahwa fokus industri saat ini di NFC secure mungkin bisa mengurangi kesempatan untuk pengembangan potensi NFC terbuka.
Sebagai penggagas teknologi NFC, dan salah satu pendiri NFC Forum, Nokia percaya bahwa NFC terbuka akan memberikan pengaruh yang lebih besar dalam perilaku konsumen dan ekosistem NFC disbanding NFC secure. NFC terbuka berpotensi untuk mendorong berbagai peluang bisnis bagi pengembang, peritel, pengiklan, pembuat perangkat elektronik, dan lain-lain.

Sebuah argumen terbuka

Saya berikan sebuah contoh. Dengan teknologi NFC terbuka anda cukup menyentuhkan perangkat berkemampuan NFC ke sebuah tanda NFC untuk melakukan hal-hal seperti “check in” di lokasi tertentu, mengumpulkan poin di sebuah toko, atau mengakses situs web tanpa harus mengetikkan URLnya. Tanda NFC juga bisa digunakan untuk mempromosikan sebuah aplikasi di toko aplikasi onlin mana pun; misalnya, daripada harus mengunjungi sebuah toko online untuk mencari sebuah aplikasi, anda cukup menyentuh sebuah tanda dan langsung mengunduh aplikasi tersebut.

Tanda NFC, yang harganya sangat murah, menawarkan potensi yang luar biasa bagi pengiklan, peritel, dan pihak-pihak lain untuk menjangkau, memberikan  points , dan tetap berhubungan dengan para pelanggannya. Tanda-tanda ini bisa dipromosikan di lokasi mana pun, termasuk penjual ponsel, kedai kopi, atau bahkan di supermarket, dengan hasil yang cepat dan terukur. Dan bagian terbaiknya adalah untuk membaca tanda NFC tidak dibutuhkan infrastruktur yang besar, selain jumlah yang besar dari perangkat berkemampuan NFC yang ada di pasar, dan dukungan para pemasar akan kelebihan tanda NFC.

Selain membaca tanda, dengan NFC terbuka kita bisa dengan mudah menghubungkan ponsel NFC kita dengan yang lain, cukup dengan menyentuhkan kedua ponsel. Dengan cara ini kita bisa dengan mudah bertukar konten, seperti foto, atau bermain game, tanpa harus melalui langkah yang memakan waktu untuk melakukan pairing Bluetooth. Game mobile populer Angry Birds, misalnya, telah memiliki versi ekslusif NFC untuk Nokia C7. ‘Angry Birds Free with Magic’ memiliki level-level tersembunyi yang bisa dibuka lewat menyentuhkan ponsel dengan Nokia C7 lainnya, atau dengan membaca sebuah tanda NFC yang akan langsung menghubungkan anda ke Ovi Store untuk mengunduh level-level berikutnya.

NFC terbuka juga memudahkan anda untuk menghubungkan perangkat mobile anda dengan pengeras suara atau headphone nirkabel berkemampuan NFC. Bayangkan situasi di mana anda, setelah berolahraga sambil mendengarkan musik di headphone, kemudian pulang dan langsung menyentuhkan ponsel anda ke pengeras suara berkemampuan NFC di rumah.


Aman, apakah benar aman?

NFC secure, di lain pihak, akan dibatasi hanya ke sejumlah kecil penyedia, dan akan membutuhkan waktu sebelum perilaku konsumen berubah ke arah di mana mereka akan mampu dan merasa aman untuk menggunakan ponsel mereka untuk membeli tiket kereta api, atau hal lain yang lebih mahal. Di London, Nokia menawarkan NFC secure di berbagai perangkat bekerja sama dengan kartu Oyster (kartu prabayar antara lain untuk memakai kendaraan umum) untuk perjalanan dengan transportasi umum.

Tapi di luar kota-kota metropolitan, NFC secure akan membutuhkan waktu untuk menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Dan ketika NFC secure akhirnya menjangkau pembayaran, kunci kamar hotel, kunci mobil, dan bahkan kartu identitas, kami percaya hanya akan ada sebagian kecil penyedia layanan yang terlibat di dalamnya.

Membuka jalan menuju masa depan

Nokia adalah pembuat perangkat mobile yang paling berpengalaman dalam NFC, dengan lima perangkat NFC yang sudah diluncurkan. Tapi di industri ini dibutuhkan berbagai kemitraan kunci dalam berbagai organisasi pembayaran, bank, operator selular, system integrator, komunitas pengembang, dan lain sebagainya. Semuanya memiliki peran untuk menyukseskan NFC secara komersil.

Sebelum itu semua terjadi, NFC terbuka akan menguntungkan konsumen dalam skala yang jauh lebih besar dan orang perlu membiasakan diri dalam menggunakan perangkat mereka untuk interaksi NFC, sebelum NFC secure mencapai penetrasi tingkat tinggi.

Dengan semakin banyaknya ponsel NFC yang diluncurkan ke pasar di tahun 2011 dan 2012, NFC terbuka akan mengubah cara konsumen berinteraksi dengan yang lain dan membuka berbagai peluang bagi pengembang. Kami percaya pengembang akan menyambut peluang yang ditawarkan oleh NFC terbuka dalam mengembangkan aplikasi untuk berbagi informasi, membaca tanda, bergabung dengan jejaring social, dan lainnya. Dan peluang NFC terbuka ini akan tercapai jauh sebelum NFC secure direalisasikan.

*)Oleh Bob McDougall, Country Manager, Nokia Indonesia
(tyo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • Kolom Techno

      Menerawang "Bola Kristal" Jagad IT di Tahun Ular Air

      Di tahun 2013 ini, pembaruan dari solusi cloud-based management bakal membuat SMB menjadi lebih mudah dalam menghadapi tantangan.

    • Kolom Techno

      Cloud Computing: Terbuka dan Terkendali

      Cloud Computing sedang tumbuh. Melalui jajak pendapat ke tiga perempat dari 500 perusahaan global, Gartner memprediksikan bahwa belanja untuk cloud diharapkan meningkat hingga USD 109 miliar tahun ini, naik dari USD 91 miliar tahun lalu.

    Baca Juga

    Aplikasi Pesaing Microsoft Office Rilis di Android