NEW YORK - Dua kelompok hacker ternama, Anonymous dan LulzSec, mengimbau para pelanggan PayPal menutup akun mereka sebagai tanda solidaritas terhadap penangkapan 16 anggota Anonymous di Amerika Serikat pekan lalu.
Dari ke-16 anggota Anonymous yang ditangkap, 14 diantaranya diketahui terlibat dalam serangan denial-of-service terhadap PayPal tahun lalu. Aksi tersebut terjadi setelah layanan pengiriman uang online itu menutup akun Wikileaks.
Selama beberapa pekan terakhir, aparat hukum seluruh dunia memang tengah gencar 'memburu' aktivis hacker yang kian meresahkan. Namun aksi penangkapan ini justru semakin membangkitkan kemarahan para peretas.
Dalam pernyataannnya, Anonymous dan LulzSec mengklaim bahwa mereka "sangat marah terhadap keputusan FBI menangkap dan mengancam mereka yang terlibat dalam operasi modern yang etis."
"Banyak dari anggota Anonymous yang ditangkap dituduh terlibat dalam serangan DDoS terhadap organisasi yang korup dan serakah seperti PayPal," lanjut mereka sebagaimana dikutip Yahoo News, Kamis (28/7/2011).
Mereka kemudian mengimbau para pengguna PayPal untuk menutup akun dan mencari penyedia layanan transfer online lain.
"Kami mendorong siapapun yang menggunakan PayPal untuk segera menutup akun mereka dan mempertimbangkan alternatif lain. Langkah pertama menjadi seseorang yang bebas adalah tidak memercayai sebuah perusahaan yang bisa menutup akun kapanpun mereka suka, atau ketika ditekan oleh pemerintah AS," tutup Anonymous dan LulzSec.
(van)