Getting Time...

Jepang Tetap Gunakan Nuklir

Fiddy Anggriawan - Okezone
Minggu, 7 Agustus 2011 10:23 wib
detail berita
Rusaknya Pembangkit listrik Nuklir di Fukushima akibat tsunami (sumber : Google)

TOKYO - Sebagai negara yang menggunakan nuklir sebagai sumber energi utama, Jepang tampaknya berkeras untuk tetap menggunakan dan akan mengekspor pembangkit energi tersebut walaupun pernah mengalami bencana yang mengancam Negara Sakura ini.

Jepang menegaskan akan terus mengekspor pembangkit listrik tenaga nuklir. Hal ini disusul adanya ketidakpastian atas penggunaan tenaga atom dan krisis pada pembangkit nuklir di Fukushima akibat bencana tsunami.
   
Pemerintah Jepang telah sepakat pada Oktober lalu untuk memberikan dua pembangkit listrik tenaga nuklir ke Vietnam. Selain itu, Jepang juga menandatangani memo di bulan Desember pada bantuan nuklir untuk warga sipil dengan Turki. Keduanya terjadi sebelum kesepakatan yang mungkin tercapai dimana perusahaan Jepang akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Laut Hitam.
   
"Dalam kasus negara-negara lain yang ingin memanfaatkan teknologi nuklir negara kita, kita harus memberikan itu dengan memastikan bahwa keselamatan adalah standar global tertinggi," ungkap pemerintah Jepang di Tokyo, seperti dikutip TG Daily, Minggu (7/8/2011).

Pemerintah Jepang juga mengklaim sejumlah negara terus mengungkapkan minat mereka dalam menggunakan teknologi nuklir Jepang.
   
Pernyataan yang telah disetujui oleh kabinet Perdana Menteri Naoto Kan, memberikan jawaban untuk sebuah pertanyaan yang berlawanan pada sikap pemerintah terhadap ekspor dari pembangkit listrik kontroversial ini.
   
Dengan darurat nuklir yang terjadi di Jepang baru-baru ini, Perdana Mentri Kan menyatakan bahwa Jepang akan mengurangi ketergantungan pada energi nuklir dan siap untuk menghentikan.
   
Kemudian, perdana menteri juga menganjurkan untuk ekspor pembangkit listrik tenaga nuklir sendiri tetapi menekankan harus melakukan diskusi yang menyeluruh mengenai masalah tersebut.
   
Pernyataan itu juga meminta parlemen Jepang menyetujui kesepakatan kerja sama nuklir sipil antara Jepang dengan Yordania, Rusia, Korea Selatan dan Vietnam. Hal ini semata untuk menghindari rusaknya hubungan diplomatik dan menyebabkan ketidakpercayaan antara pemerintah yang terlibat.

Ini adalah suatu yang menarik untuk melihat bagaimana ekspor pembangkit listrik tenaga nuklir terus terjadi sebagai bentuk opini dunia atas pemerintahan Jepang. (tyo)

Beri komentar