Getting Time...

Adopsi LTE di Indonesia Terhambat Karena Wimax

Fiddy Anggriawan - Okezone
Sabtu, 20 Agustus 2011 12:18 wib
detail berita
Ilustrasi LTE vs WiMAX (sumber : Google)

JAKARTA – Beberapa operator di Indonesia telah siap mengadopsi teknologi Long Term Evolution (LTE) 4G, bahkan salah satu operator sudah memberikan media education kepada sejumlah wartawan. Namun sayangnya rencana adopsi LTE tersebut nampaknya bakal berlangsung lambat.
 
Pasalnya, Menteri Kominfo Tifatul Sembiring menyatakan masih akan lebih berfokus pada teknologi 4G yang lain, yaitu WiMax. Apalagi pita lebar BWA sebesar 30 Mhz  yang ditawarkan di frekuensi 2,3 Ghz sudah dilepas 15 blok masih terkatung-katung selama 2 tahun.
 
“Pemerintah memberikan jeda selama dua tahun kedepan agar Wimax bisa berkembang, karena kasihan pengusaha yang sudah mengembangkan teknologi ini. Masa mereka tidak balik modal,” ujar Tifatul, saat ditemui di rumah dinas kementrian di jalan Widya Chandra IV no. 27, Jumat petang.
 
Tifatul Sembiring menyatakan bahwa WiMAX akan diberikan waktu tambahan untuk mengembangkan penerapan teknologinya oleh pemerintah dalam kurun waktu dua tahun kedepan atau tepatnya hingga 2013 mendatang.
 
Masalah lain juga muncul, karena beberapa pengusaha masih keberatan dengan teknologi WiMax 16d yang diusung oleh pemerintah. Sehingga mau tak mau, Kemenkominfo menggodok kembali teknologi yang netral untuk WiMax tersebut.
 
“Saat ini kami sedang fokus menentukan teknologi netral WiMAX yang akan diselesaikan pekan ini, kedepannya diharapkan tidak ada lagi batasan teknologi. Beberapa waktu kedepan kami lebih mengembangkan WiMAX dibanding LTE,” tutupnya.
 
Tifatul kembali menegaskan jika untuk LTE, memang belum ditenderkan pada pengembang dan pemerintah tidak mau tergesa-gesa dalam membangun teknologi LTE di Indonesia.
(tyo)

  • tomy lee jones » 0 Tanggapan
    Menteri masih pro pengusaha bukan kepentingan rakyat sebaiknya diganti aja .
    Beri Tanggapan Laporkan
  • joyo » 0 Tanggapan
    ngomong kelaparan sama menristek :hammer: salah kamar bung
    Beri Tanggapan Laporkan
  • chang » 0 Tanggapan
    pak mentri.. jangan pikirkan soal kerugian pangusaha. mereka ga bakal kelaparan.. tapi pikirkan soal ketertinggalan kita sama negara tetangga... pantes kita selalu tertinggal...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Farid Primadi » 0 Tanggapan
    Petarungan antara teknologi berbasis-GSM (Eropa) dengan teknologi berbasis-CDMA (Amerika). Kapan yah riset dan teknologi Indonesia lebih dikembangkan?? Kalau cuma bikin ponsel, BTS/RBS, dsb - c**a aja bisa. Indonesia seharusnya juga bisa dong, kalau perlu 6G juga lewat! Hehehe. Yah mudah2an anggarannya tidak selalu dibelanjakan buat hura-hura para pejabat, atau buat studi banding plesiran, atau bikin hotel bintang lima diamond satu dengan label "rumah rakyat".
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar