Getting Time...

Operator Desak RIM Bangun Server di Indonesia

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Jum'at, 16 September 2011 09:46 wib
detail berita
Kantor RIM

JAKARTA - Produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM), semakin terdesak untuk memenuhi salah satu komitmennya dengan Kominfo mengenai membangun server BlackBerry di Indonesia. Desakan pun didukung penuh oleh penyelanggara operator tanah air.

Informasi ini sendiri disampaikan  pada Kamis (15/9) kemarin di Gedung Sapta Pesona Jakarta yang dihadiri diantaranya beberapa pejabat Kementerian Kominfo dan BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia). Pertemuan tersebut dari dipimpin oleh Iwan Krisnadi (selaku anggota Komite Regulasi BRTI) dan dari pihak RIM (Research in Motion) Kanada dipimpin oleh Jason Saunderson (selaku Direktur Government Relations RIM).

"Meskipun perwakilan penyelenggara telekomunikasi tidak diundang dalam pertemuan tersebut, namun demikian sikap para direksi penyelenggara telekomunikasi (PT Telkomsel, PT Indosat, PT XL Axiata, PT Bakrie Telecom, PT Axis Telekom Indonesia, PT Hutchison CP Telecommunication dan PT Smart Telekom) sangat solid dan kompak dalam menghadapi RIM," jelas Kepala Humas dan Informasi Kominfo Gatot S Dewabroto, dalam keterangan resminya, Jumat (16/9/2011).

Ditambahkan oleh Gatot, dalam suratnya kepada Kementerian Kominfo yang disampaikan pada awal September 2011, para penyelenggara telekomunikasi mendesak Kementerian Kominfo dan BRTI untuk meminta RIM membangun server dan menyediakan monitoring tools, service level agreement, dan technical expert.

"Operator mendesak agar membangun server di Indonesia dengan tujuan untuk melokalisir trafik data domestik di Indonesia, sehingga terjadi penurunan latency, dan terjadi penghematam biaya yang jauh lebih murah," tegas Gatot.

"Selain itu RIM diminta untuk menyediakan monitoring tools untuk memantai kineja RIM, dengan tujuan untuk meminimalisasi keluhan pelanggan jika ada masalah krusial tanpa harus tergantung RIM," sebutnya lagi.

Berikut 5 poin yang didesak oleh operator kepada RIM melalui Kominfo melalui surat yang diterima awal September 2011 lalu:

1. agar membangun server di Indonesia dengan tujuan untuk melokalisir trafik data domestik di Indonesia, sehingga terjadi penurunan latency, dan terjadi penghematam biaya yang jauh lebih murah.

2. untuk menyediakan monitoring tools untuk memantai kineja RIM, dengan tujuan untuk meminimalisasi keluhan pelanggan jika ada masalah krusial tanpa harus tergantung RIM.

3. untuk menyusun Service Level Agreement yang transparan untuk mengevaluasi kinerja RIM sehingga jelas standar kualitas layanannya.

4. meningkatkan kinerja terminal handset sehingga dilengkapi dengan fitur-fitur tertentu; 5. dan yang lebih penting adalah meminta RIM menyediakan ahli di bidang khusus ( technical expert ) resmi RIM di Indonesia untuk mengatasi trouble shooting. (tyo)

  • Fariz » 0 Tanggapan
    Block aja koneksi BB di Indonesia. Biar tau rasa tuh RIM. Pasti dech mereka mau bangun server di i**o kalo dah di gertak kaya gitu
    Beri Tanggapan Laporkan
  • harry saputra » 0 Tanggapan
    WONG SAYA MEMBELI BALCBERRY BOLD 9900 PADA LAUNCHING TGL 12 SEPTEMBER DI BALL ROOM KAMPENSKI, TAPI APP WORLD NYA DAN USER ID BERMASALAH DAN BANYAK SEKALI YG BELI BARANG YG SAMA MENGALAMI MASALAH YUG SAMA, SUDAH BERKALI KALI SURUH PROVIDER DAN PENJUAL BANTU RESET DAN SETERUSNYA TETAP TIDAK BERHASIL. PARA TEKNISA PROVIDER SENDIRI BINGUNG KARENA MASALAHNYA DI RIM BUKAN DIMEREKA., KAN KONSUMEN YG KENA DETAH. JADI SAYA SANGAT SETUJU KALAU SERVER RIM HARUS ADA DI INDONESIA, PALAGI PENJUALAN RIM DI INDONESIA SEKARANG TERMASUK YG TERBESAR
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Tikus ganteng » 0 Tanggapan
    Bikinan malaysia aja bangga .... Di REM aja si RIM pake android ice cream sandwich lebih kereeeen atoe simbian/bada lbh oke tuh
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar