JAKARTA - NASA telah mengkonfirmasi bahwa bangkai satelit Roentgen (ROSAT) telah jatuh kembali ke bumi di negara Asia Tenggara.
Badan antariksa Jerman menambahkan bahwa satelit ROSAT mempunyao 30 fragmen dengan berat total 1,87 ton (1,7 metrik ton) dan jatuh pada kecepatan 280 mph (450 kph).
Telegraph melaporkan, Senin (24/10/2011), bahwa satelit jatuh ke bumi di Samudera Hindia dan daratan pedalaman Mynmar.
Tidak ada laporan terjadinya kebakara atau puing-puing menimpa rumah penduduk. Ini sesuai dengan prediksi bahwa satelit harus memiliki jatuh di laut, atau ke daerah tidak berpenghuni terpencil. Demikian yang dilansir melalui The Huffington Post, Senin (24/10/2011).
ROSAT, sebuah teleskop angkasa sinar X milik Jerman yang dibangun dengan teknologi Inggris dan Amerika, telah mengorbit Bumi sejak tahun 1990, dan menyediakan data mengenai bintang-bintang untuk para ilmuwan.
ROSAT diluncurkan pada tanggal 1 Juni 1990 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat (AS), dengan misi awal yang hanya selama 18 bulan. Satelit tersebut dioperasikan selama lebih dari delapan tahun, dan akhirnya ditutup pada tanggal 12 Februari 1999. (tyo)