Martina Berto butuh Rp100 M tahun depan

|

ilustrasi Foto: Heru Haryono/Okezone

Martina Berto butuh Rp100 M tahun depan
Sindonews.com - PT Martina Berto Tbk (MBTO) memperkirakan kebutuhan dana perseroan di tahun depan mencapai Rp100 miliar. Adapun rencananya dana tersebut akan digunakan perseroan untuk membangun pabrik jamu dan kosmetika dan pembukaan Martha Tilaar Shop.

“Rencana perseroan, untuk 2012 kita butuh dana sekira Rp100 miliar, tapi itu angka sementara, belum kita hitung lagi," ujar Direktur Utama PT Martina Berto Bryan David Emil Tilaar di Jakarta, Senin (31/10/2011).
 
Bryan menuturkan, sekira Rp50 miliar dari dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan pabrik Jamu dan kosmetik di wilayah Cikarang. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk membuka store atau Martha Tilaar Shop (MTS) pada tahun depan. “Setengah dari dana tersebut kami gunakan untuk pembangunan lima  MTS di Indonesia," paparnya.
 
Sementara itu, mengenai nilai investasi untuk pembangunan satu gerai MTS, Bryan menuturkan diperlukan dana sekira Rp1 miliar, sedangkan jika perseroan yang membangun MTS di luar negeri  nilai investasinya pun akan lebih besar yaitu sekira Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar.

Terkait sumber pendanaan untuk capex tahun depan, Bryan mengatakan berasal dari kas internal, namun tidak menutup kemungkinan perseroan pun akan mengajukan pinjaman perbankan bila kas tidak mencukupi.

Hingga September 2011, perseroan sudah memiliki  18 MTS baik di Indonesia maupun di luar negeri. Di sisa tahun 2011 ini perseroan mengatakan akan membangun dua gerai di Singapura dan di wilayah Pulau Jawa. Perseroan optimis di sisa tahun 2011 yang tinggal menunggu hitungan minggu ini, dapat menumbuhkan penjualannya hingga 15 persen dari tahun lalu.
 
"Dengan pencapaian sejauh ini kita tetap optimis, target penjualan kita tahun ini sebesar Rp650 miliar dapat tercapai. Karena semuanya masih sejalan dengan target," pungkasnya.

Sementara itu, meski belum secara resmi mengumumkan laporan keuangannya, perseroan memproyeksikan laba bersih di triwulan III 2011 dapat menembus Rp35 miliar.

“Net profit kita di kuartal-III 2011 ini sekira tujuh persen dari penjualan kita di kuartal-III 2011 ini yang lebih dari Rp500 miliar," ungkap Direktur MArketing MBTO, Samuel Pranata.

Pada periode ini Martina Berto membukukan total penjualan hingga menembus lebih dari Rp500 miliar yang didominasi dari produk colour cosmetics dan produk beauty care.

Sekadar informasi, cikal bakal perusahaan Martina Berto ini didirikan pada 1977 oleh Dr HC Martha Tilaar, (Alm) Pranata Bernard, dan Theresa Harsini Setiady mulai beroperasi dengan peluncuran merek Sariayu di salon sendiri.

Pada 1983 PT Sari Ayu Indonesia didirikan untuk mendukung distribusi kosmetik juga membuka pabrik kedua di kawasan industri Pulogadung. Pada 1988-1995 konsolidasi dari beberapa bisnis diakuisisi oleh Martha Tilaar Group ke PT Martina Berto.

Lalu, pada 1999 perusahaan dimiliki sepenuhnya oleh keluarga Martha Tilaar. 2008-2009 mulai ekspor ke pasar baru di Eropa (Yunani dan Ukraina) dan Asia (Jepang, Hong Kong, dan Taiwan). Serta 2010 diluncurkan toko ritel baru, Martha Tilaar Shop (MTS), di luar Indonesia untuk merebut pangsa pasar internasional.

Adapun concern perusahaan hingga saat ini adalah memproduksi barang kosmetik dan obat tradisional (jamu), pemasaran dan niaga kosmetik, perawatan kecantikan dan barang obat tradisional. Selain itu, perusahaan memiliki dukungan dari kegiatan usaha yang dilakukan oleh anak perusahaannya, PT Cedefindo, yang kosmetik manufaktur kontrak atau makloon dengan kering, semi-padat, cair, dan aerosol.

Selain itu, termasuk layanan formulasi, pendaftaran, pembuatan bahan baku/kemasan, proses produksi, pengemasan, dan satu-stop layanan logistik untuk internal Martha Tilaar Group dan eksternal kepada perusahaan lain.


(and)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    JPEG Mini, Situs untuk Ciutkan File Foto