JAKARTA - Penerapan teknologi komputasi awan yang ditujukan untuk menunjang pertumbuhan bisnis menunjukan peningkatan yang cukup besar.
VMware bekerjasama dengan sebuah lembaga penelitian, Forrester Research guna melihat pertumbuhan penerapan komputasi awan di Asia Pasifik dan Jepang.
Andreas Kagawa, Country Manager Vmware Indonesia menyebutkan, berdasarkan data tersebut 83 persen responden yang disurvei di Asia Pasifik dan Jepang menunjukan komputasi awan merupakan sesuatu yang relevan bagi bisnis mereka. Bahkan 64 persen diantaranya menyatakan organisasi mereka saat ini sudah menggunakan atau sedang merencanakan insiatif penggunaan komputasi awan.
Selain itu, mayoritas responden menganggap komputasi awan sebagai salah satu upaya penghematan biata paling potensial, rata-rata sebesar 55 persen.
"Rincian penghematan tersebut antara lain, 21 persen merasa penerapan komputasi awan mengurangi biaya infrastruktur perangkat keras, dan 19 persen menunjukan skalabilitas penerapan Awan sesuai dengan permintaan pemenuhan kebutuhan bisnis mereka," jelas Kagawa di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (1/11/2011).
"Pertumbuhan penerapan komputasi awan di Indonesia sendiri juga signifikan bahkan tahun ini pelanggan kami dua kali lebih banyak dari tahun lalu. Saat ini sudah lebih dari 300 pelanggan mulai menggunakan komputasi awan dan umumnya mereka menggunakan private cloud yang kami tawarkan," lanjutnya.
Kagawa menambahkan hal tersebut disebabkan karena VMware memberikan layanan yang berbeda dari yang lainnya.
"Kami tidak berniat menjadi cloud provider, tapi menyediakan teknologi pendukung cloud yang jauh lebih baik. Kami berupaya memberikan 'Your Cloud' dimana memberikan kebebasan kapada pelanggan tentang bagaimana komputasi awan yang sebenarnya mereka inginkan, tanpa menerapkan syarat atau ketentuan yang mengikat, seperti server yang hanya berjalan di satu sistem operasi," simpulnya.
(tyo)