LAS VEGAS - Awalnya sauropod leher-panjang adalah dinosaurus yang menghuni seluruh penjuru Bumi, kecuali di Antartika. Sekarang telah resmi bahwa dahulu sauropod leher-panjang ternyata pernah menghuni seluruh benua di Bumi, termasuk Antartika.
Ariana Paulina Carabajal, seorang ahli paleontologi Carmen Funes Municipal Museum, Argentina, melaporkan penemuan fosil sauropod tersebut pada pertemuan Society for Vertebrate Paleontologi, 3 November lalu. "Sauropod telah ditemukan di seluruh penjuru dunia, kecuali di Antartika. Kenyataan itu berubah saat ini," katanya.
Penemuan sauropod di James Ross Island, Antartika, mengungkapkan bahwa raksasa terbesar di muka Bumi, termasuk Diplodocus, Brachiosaurus dan Apatosaurus, pernah menghuni benua tersebut di masa Cretaceous awal sekitar 100 juta tahun yang lalu.
Paulina Carabajal dan rekan-rekannya bukan yang pertama menemukan keberadaan dinosaurus di Antartika. Sebelumnya, para paleontologis pernah mengangkat fosil tulang ankylosaurus di tahun 1986. Sejak saat itu ada beberapa spesimen dinosaurus lain yang telah ditemukan, salah satunya adalah dinosaurus paruh-bebek. Terlepas dari penemuan tersebut, faktanya Antartika bukan lahan yang subur bagi para pemburu fosil.
"Mungkin ada banyak dinosaurus di Antartika, tapi kami belum menemukan mereka. Antartika sangat sulit dijangkau, selain itu sulit sekali menemukan fosil di sana," kata Paulina Carabajal. "Dan, tentu saja, benua itu penuh dengan es." Demikian seperti dikutip melalui Livescience, Sabtu (5/11/2011). (fmh)