Getting Time...

Virus Duqu Serang Word, Microsoft Rilis Perbaikan

Andina Librianty - Okezone
Senin, 7 November 2011 15:01 wib
detail berita
Ilustrasi (Foto: Google)

CALIFORNIA  - Setelah beberapa hari lalu dikabarkan infeksi Duqu menyebar dengan bantuan sebuah dokumen Microsoft Word yang terinfeksi, kini Microsoft merilis sebuah perbaikan sementara, untuk kerentanan perangkat lunak pada sistem komputer yang terkena infeksi Duqu.

Dilansir BBC, Senin (7/11/2011), Microsoft mengatakan, telah menelusuri sumber dari yang tereksploitasi dalam mesin huruf penganalisa Win32k Truetype.

"Hal tersebut menawarkan solusi download," kata insinyur yang bekerja pada sebuah update keamanan definitif.

Microsoft mengungkapkan, "Kerentanan dalam kode ini, membuat penyerang bisa menginstal program, melihat, mengubah atau menghapus data, serta membuat akun baru dengan hak akses penuh." Menurut Microsoft, Kerentanan ini terkait dengan malware Duqu.

Sementara itu, Microsoft menyatakan update penuh perbaikan tersebut, tidak akan siap bulan ini, dan juga tidak memberikan target perilisannya.

Peringatan perusahaan tersebut, mengikuti investigasi oleh Laboratorium Kriptografi dan Sistem Keamanan (Crysys) Universitas Budapest. Awal pekan ini mengungkapkan, malware telah menyebar menggunakan kerentanan yang sebelumnya tidak diketahui tertanam dalam dokumen Microsoft Word.

Perusahaan keamanan internet, Symantec, juga menegaskan Microsoft telah  mengidentifikasi kode yang sama, serta mengkonfirmasi infeksi Duqu ada pada enam jaringan komputer berbeda milik organisasi tak dikenal di enam negara.

"Ini merupakan titik hubungan antara Microsoft Word dan sistem perangkat lunak," kata Direktur strategi keamanan Symantec, Greg Day.

Day mengatakan,"Kami telah mengajarkan orang selama bertahun-tahun bahwa, mengklik file executable dari sumber yang tidak diketahui itu tidak masuk akal, tapi meng-klik pada dokumen Word adalah praktek bisnis yang normal."

"Kami pikir, penyerang Duqu telah melakukan pengintaian lebih dulu, sehingga memanfaatkan hal tersebut dan membuat orang lebih mungkin membuka dokumen," tandasnya. (tyo)

Beri komentar