Getting Time...

Lintasarta Dukung Pertumbuhan Industri Multifinance

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Jum'at, 25 November 2011 13:20 wib
detail berita
(Foto: dok okezone)

JAKARTA - PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) menawarkan jasa konsultasi dan berbagai solusi untuk mendukung kebutuhan Information and Communications Technology (ICT) perusahaan di berbagai industri, khususnya Industri Multifinance.

Hal ini disampaikan oleh Avi Yunawan, VAS Marketing Manager Lintasarta pada seminar bertema ”Business Outlook 2012: The Future of Multifinance Industry” yang diadakan oleh Warta Ekonomi bekerjasama dengan Lintasarta.

”Industri Multifnance di tahun 2012 diprediksi mengalami pertumbuhan hampir mencapai 20 persen dari sisi total aset”, tutur Wiwie, yang dilansir melalui keterangan resminya, Jumat (25/11/2011).

”Aset multifinance 2012 akan mencapai Rp 330 triliun sampai Rp 350 triliun”, tambahnya.

Menurut Wiwie, Industri Multifinance di tahun 2012 memiliki peluang besar untuk terus maju karena tiga faktor utama. Pertama, kemampuan Indonesia bertahan di tengah badai krisis Amerika dan Eropa dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2012 sebesar 6,3 persen dan tingkat inflasi sebesar 5,7 persen.
 
Kedua, penduduk Indonesia yang berada pada usia produktif (20-50 tahun) memiliki jumlah yang sangat besar, ini merupakan pasar bagi perusahaan pembiayaan. Terakhir, kurangnya infrastruktur angkutan massal, mengakibatkan masyarakat lebih memilih untuk membeli mobil dan motor daripada menggunakan angkutan umum.

Selain itu pada seminar ini juga dibahas mengenai ICT outlook untuk Industri Multifinance yang memberikan berbagai knowledge solusi ICT yang tepat untuk industri ini.

Dalam presentasinya, Avi memaparkan bahwa Industri Multifinance dapat memanfaatkan berbagai ICT seperti Corporate Mailer, Managed Service, Metro Ethernet, IPVPN, Mobile Connectivity, Frame Relay, Internet, SMS Broadcast, SMS Interactive, Contact Center, Cloud Computing, Data Center dan DRC.

Salah satu contoh teknologi baru yang sedang tren untuk di-outsource-kan adalah Cloud Computing. ”Dengan Cloud Computing outsourcing, perusahaan dapat memperoleh keuntungan karena tidak perlu melakukan investasi, merubah complexity menjadi simplicity, fast development, dan pay as you go atau perusahaan hanya membayar berdasarkan penggunaan,” papar Avi. 

Lebih lanjut Avi menjelaskan bahwa Lintasarta juga memiliki jasa Cloud Computing dengan opsi layanan yang terdiri atas Private Cloud yang menawarkan eksklusivitas dengan on-demand cloud service, Hybrid Cloud yang menawarkan fleksibilitas layanan atau Public Cloud yang memungkinan IaaS hingga aplikasi bisnis dapat diakses melalui jaringan internet dalam bentuk service on demand.  (tyo)

Beri komentar