BEIJING - Huawei telah mengumumkan, bahwa mereka tidak akan lagi mengejar bisnis baru di Iran. Tindakan Huawei tersebut terkait tentang kritik yang menyatakan bahwa, teknologinya digunakan untuk melacak para pembangkang.
Kelompok United Againt Nuclear Iran (UANI), pada bulan November mengklaim bahwa teknologi Huawei telah digunakan untuk melacak ponsel yang digunakan oleh para pembangkang.
UANI pernah menghubungi Huawei untuk segera mengakhiri bisnisnya di Iran. Melalui bisnisnya yang luas di Iran, Huawei telah menyediakan rezim Iran dengan teknologi selular dan elektronik untuk melakukan pengawasan terhadap warga negaranya, melacak aktivis hak asasi manusia dan pembangkang.
Dalam sebuah pernyataan di situs perusahaan, dikutip ITP, Minggu (11/12/2011), Huawei mengatakan, "Karena situasi yang semakin kompleks di Iran, Huawei secara sukarela akan membatasi pengembangan bisnis di sana dengan tidak lagi mencari pelanggan baru dan membatasi kegiatan bisnis dengan pelanggan yang sudah ada."
"Untuk jaringan komunikasi yang telah disampaikan atau yang dikirim ke pelanggan, Huawei akan terus memberikan pelayanan yang diperlukan untuk memastikan komunikasi warga Iran," lanjut isi pernyataan tersebut.
Perusahaan tersebut juga menyatakan, semua bisnis di Iran telah memenuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku termasuk dari PBB, AS serta Uni Eropa. (tyo)