Getting Time...

Telkom Bantah Hambat Distribusi Modem di Surabaya

Nurul Arifin - Okezone
Jum'at, 23 Desember 2011 13:23 wib
detail berita
Ilustrasi (Foto: Google)

SURABAYA - Pengadaan modem oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) untuk kota Surabaya demi mewujudkan Cyber City menuai masalah. Dari 10.688 modem, hanya 6.000 yang sudah dipasang di RT (Rumah Tangga) dan RW (Rukun Warga). Pihak Telkom pun langsung angkat bicara, terkait keluhan yang disampaikan masyarakat itu.

Public Relations (PR)  PT Telkom Ivone Handayani mengatakan, proyek pengadaan modem yang dijalankan PT Telkom sudah sesuai ketentuan. Sayangnya, Ia tidak bisa menjelaskan secara rinci terkait persoalan tersebut. Namun, kata Ivone, ketidakmerataan distribusi modem itu, karena ketidaksiapan hardware milik warga.

"Soal Hardware ini bukan ranah PT Telkom jadi kendala itu adalah di sisi user sendiri," kilah Ivone kepada wartawan, di Surabaya, Jumat (23/12/2011).

Namun demikian Ivone meminta semua pihak untuk memaklumi meski tahun 2011 tinggal hitungan hari lagi. "Sebaiknya semua pihak bisa memaklumi karena edukasi internet membutuhkan waktu lama," tukasnya.

Sebelumnya, salah satu Ketua RT 4 RW 11 Keputran Pasar Kecil Embong Kaliasin, Kecamatan Geneteng Hari Setiawan, pengadaan Modem ini tidak maksimal karena di sejumlah RT dan RW tidak tidak memiliki perangkat untuk mengakses internet itu. Termasuk, tidak ada proses yang berkelanjutan sehingga program Cyber City ini tepat sasaran.

"Di tempat saya ketika ada tawaran untuk pemasangan saya tunjukkan di Balai RT. Ternyata setelah diinstal kemudian ditinggal begitu saja oleh petugas," kata Hari.

Padahal, pengadaan modem ini merupakan program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mewujudkan kota pahlawan ini sebagai Cyber City. Terlebih lagi, program ini diperkirakan menelan anggaran APBD Kota Surabaya mencapai Rp6,9 Milliar. (tyo)

Beri komentar