Getting Time...

Anonymous Meretas Kartu Kredit Demi Sumbangan

Yoga Hastyadi Widiartanto - Okezone
Senin, 26 Desember 2011 13:05 wib
detail berita
Anonymous (foto : Google)

WASHINGTON - Natal dikatakan sebagai saatnya untuk memberi, namun bagi Anonymous sebuah pemberian sepertinya harus melibatkan kartu kredit milik banyak orang.

Kelompok peretas tersebut, yang nampaknya baru-baru ini meretas server milik Stratfor, sebuah perusahaan analisa keamanan, saat ini dikabarkan sedang merencanakan donasi sekira USD1 juta, kepada berbagai oraganisasi amal. Donasi natal tersebut mereka lakukan menggunakan informasi kartu kredit yang telah mereka peroleh.

Anonymous mengklaim bahwa Stratfor telah gagal melakukan enkripsi terhadap seluruh informasi kartu kredit pada servernya. Melalui Kelompok hacker ini kemudian mengirimkan tweet link sebuah foto, yang diklaim merupakan kwitansi donasi dari informasi kartu kredit yang mereka curi itu.

Dilansir Digital Trends, Senin (26/12/2011), salah satu pengguna kartu kredit, bernama Allen Barr, yang telah bekerja untuk Texas Department Banking, dan baru saja pensiun. Barr mengatakan bahwa uang sejumlah USD 700, telah beberapa kali ditransfer kepada beberapa organisasi sosial.

"Semuanya adalah organisasi amal seperti. Palang Merah, CARE, Save the Children," jelas Barr.

"Jadi ketika perusahaan kartu kredit memanggil istri saya, dia tidak yakin apakah saya hanya melakukan donasi saja. Itu membuat saya merasa buruk. Hal itu juga membuat istri saya merasa tidak enak, sehingga kami harus menutup rekening," kata Barr.

Sebuah pernyataan email oleh Kepala Eksekutif Stratfor, George Friedman, mengatakan perusahaan itu mengambil langkah untuk menangani insiden tersebut.

"Kami punya alasan untuk percaya bahwa nama-nama pelanggan korporat kami telah diposting pada situs-situs lain. Kami rajin menyelidiki sejauh mana informasi pelanggan yang mungkin telah diperoleh, "tulis Friedman.

Ini bukan pertama kalinya Anonymous menjadi berita karena kegiatan peretasannya. Misalnya pada bulan Agustus lalu, mereka merusak sebuah situs milik Departemen Pertahanan Suriah, sebagai tanggapan atas tindakan brutal yang dilakukan pemerintah pada para demonstran penentang rezim. (tyo)

Beri komentar